Portalika.com [SURAKARTA] – Dunia akademis dan praktik pemerintahan berhasil dirajut dalam sebuah presentasi yang bernas. Diva Ridwan Feryanto, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, menunjukkan kompetensinya dengan mempresentasikan studi kasus debitur piutang negara di hadapan staf dan pembimbing di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat. Presentasi yang dilaksanakan pada 25 November 2025 ini menjadi puncak pembelajaran dari program magang yang dijalaninya sejak 3 November di Seksi Piutang Negara.
Kegiatan ini bukan sekadar tugas formal, melainkan bentuk nyata implementasi ilmu manajemen dan administrasi ke dalam ekosistem kerja pemerintahan yang sesungguhnya. Dalam presentasinya, Diva secara sistematis membedah sebuah kasus piutang negara, mulai dari identifikasi profil debitur, analisis mendalam terhadap akar permasalahan, hingga menyusun rekomendasi penyelesaian yang feasible dan berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Presentasi studi kasus ini adalah media bagi saya untuk menerjemahkan teori dari kelas ke dalam konteks nyata pengelolaan kekayaan negara,” ujar Diva usai acara. “Saya mempelajari bukan hanya teknis administrasinya, tetapi juga kompleksitas, etika, dan strategi penyelesaian yang ada di lapangan.”
Luaran dari kegiatan magang ini terlihat signifikan. Di sisi hard skills, Diva menunjukkan peningkatan pemahaman yang komprehensif tentang mekanisme pengurusan piutang negara. Ia kini mahir dalam menganalisis dokumen piutang, memahami prosedur administratif yang berlapis, serta mengerti peran strategis KPKNL dalam mengamankan aset negara. Kemampuannya dalam menyusun analisis yang terstruktur—meliputi latar belakang kasus, dasar hukum, dan rekomendasi tindak lanjut—membuktikan adanya asimilasi pengetahuan yang efektif.
Sementara di ranah soft skills, perkembangan yang tampak tak kalah penting. Kepercayaan diri untuk berbicara di forum resmi, kemampuan komunikasi profesional, kedisiplinan dalam mengelola waktu pengerjaan kasus, serta kemampuan kerja sama tim dengan staf KPKNL merupakan modal berharga yang tidak terukur nilainya. “Soft skill ini seringkali menjadi pembeda di dunia kerja. Melalui pengalaman langsung seperti ini, mahasiswa kami ditempa untuk lebih siap,” tambah Nike Larasati, S.E., M.M., salah satu dosen pembimbing magang dari Unisri.
Program magang yang berlangsung hingga 23 Desember 2025 ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja yang mendalam. Keikutsertaan mahasiswa seperti Diva tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan individu mahasiswa, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi institusi. Analisis dan rekomendasi segar dari perspektif akademisi muda dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan dalam proses penyelesaian piutang.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi dan semangat belajar mahasiswa magang. Kehadiran mereka membawa energi dan perspektif baru, sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk membina calon-calon profesional masa depan,” tutur seorang staf senior Seksi Piutang Negara KPKNL Surakarta.
Kolaborasi antara Unisri dan KPKNL Surakarta melalui program magang ini menunjukkan komitmen bersama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teoritis tetapi juga terampil dan berkarakter. Pengalaman nyata menyelami tugas-tugas pemerintah seperti mengelola piutang negara menjadi bekal yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi bagi bangsa.
Penulis: Diva Ridwan Feryanto, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
Editor: Yoedi












Komentar