Portalika.com [NAKHON RATCHASHIMA, THAILAND] – Atlet para bulutangkis asal Kabupaten Sukoharjo, Apriliana Sulistyowati, sudah tak sabar ingin merasakan ketatnya persaingan di ASEAN Para Games 2025.
Apriliana yang diproyeksikan tampil di nomor tunggal putri klasifikasi SH6 ini ingin merasakan persaingan level baru, sekaligus mengintip peluang meraih medali dalam debutnya pada pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara ini.
Modal Apriliana sebelum ke Thailand cukup mentereng. Pada bulan Desember 2025 lalu, Apriliana menyumbangkan medali perak dan perunggu saat tampil di ajang Asian Youth Para Games 2025.
“Ini momen yang spesial, momen yang tidak terduga bagi saya karena bisa ikut ASEAN Para Games 2025,” kata Apriliana saat ditemui usai berlatih di Lapangan Universitas Suranaree, Nakhon Ratchasima, Sabtu, 17 Januari 2026.
Apriliana kembali mengingat lagi perjalanannya sebelum menyandang status sebagai atlet tim nasional para bulutangkis Indonesia. Ia pernah merasakan momen perundungan karena keterbatasan postur yang dimilikinya.
Namun, momen tersebut tak membuatnya jatuh. Ia akan berusaha maksimal untuk meraih prestasi di Thailand sebagai bentuk rasa terima kasih untuk orang-orang yang membuatnya terus bersemangat.
“Saya bisa berada di titik ini berkat dukungan orang tua, saudara dan keluarga besar saya. Makanya, sekarang saya harus membuktikan di sini bahwa saya bisa. Saya harus menjadi juara,” tutur atlet berusia 19 tahun ini.
Namun, Apriliana juga memahami persaingan untuk meraih medali di tunggal putri SH6 tidak mudah. Ada banyak atlet yang lebih berpengalaman darinya. Namun, satu hal yang juga berpengaruh adalah dirinya sendiri.
“Menurut saya, musuh terbesar saya adalah diri saya sendiri, karena harus mengurangi rasa malas dan tidak percaya diri. Itu yang harus ditaklukkan,” ungkap Apriliana.
Sementara itu, koordinator pelatih para bulutangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengatakan Apriliana merupakan satu dari sederet potensi baru yang sengaja dibawa ke Thailand.
Atlet jebolan Sentra Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia (SKODI) tersebut diharapkan terus berkembang agar bisa menjadi andalan Indonesia untuk jangka panjang.
“Sebenarnya, Apriliana ini kami proyeksikan untuk turun di nomor ganda, melapisi seniornya Rina Marlina. Namun karena nomor ganda (SH6) tidak dipertandingkan, kami alihkan konsentrasinya di nomor tunggal,” tutur Jarot Hernowo.
“Kami punya misi, atlet-atlet muda ini melapisi para seniornya, dengan target jangka panjang di Paralimpiade 2028 dan Paralimpiade 2032. Kami memproyeksikan mereka bisa menjadi penerus atlet-atlet senior,” lanjut Jarot.
Cabang olahraga para bulutangkis akan dipertandingkan mulai Rabu, 21 Januari 2026 di Convention Center, 80th Birthday Anniversary Stadium. Indonesia menargetkan raihan lima medali emas, dua perak dan tiga perunggu dari cabor para bulutangkis. (Ariyanto)












Komentar