Portalika.com [ACEH BESAR] – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan dan kesejahteraan sosial, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Abulyatma mengadakan bakti pendidikan dan bakti sosial.
Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 3 sampai 7 Maret 2025 di Kabupaten Simelue dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini meliputi bakti pendidikan, memberikan pelatihan dan bantuan pendidikan bagi siswa-siswi yang membutuhkan dan bakti sosial, memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BEM FKIP Universitas Abulyatama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengedukasi pendidikan dan beasiswa, implementasi media pembelajaran interaktif, sosialisasi kebersihan lingkungan dan berbagai kegiatan sosial.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” kata Nasuha selaku Ketua BEM FKIP Universitas Abulyatama.
“Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pendidikan dan kesejahteraan sosial,” tambahnya.
Ditempat terpisah, Dekan FKIP Universitas Abulyatama, Dr Ferlya Elyza, MPd juga memberikan dukungan besar pada kegiatan yang diinisiasi BEM FKIP dan sangat mengapresiasi kegiatan bakti pendidikan dan bakti sosial ini.
“Dengan berbagai upaya kita terus mendorong partisipasi aktif mahasiswa untuk berperan aktif dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya pendidikan, membuka akses beasiswa ke daerah terpencil, salah satunya tempat yang menjadi lokasi bakti kali ini yaitu Pulau Simeulu, tentunya masyarakat juga makin mengenal dekat FKIP Universitas Abulyatama”, tutur Dekan FKIP yang ditemui di lingkungan kampus Universitas Abulyatama.
Kabupaten Simeulue adalah sebuah kabupaten di Provinsi aceh, Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau, dengan pulau simeluepulau utamanya. Kabupaten ini terletak di Samudera Hindi, sekitar 150 km dari pantai barat aceh.
Simeulue memiliki sejarah, budaya dan kondisi geografis yang unik dibandingkan daerah lain di Aceh. Pendidikan adalah hak dasar yang berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.
Namun di daerah terpencil seperti Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, tantangan pendidikan masih besar akibat keterbatasan fasilitas, kurangnya tenaga pendidik serta minat akses teknologi dan informasi.
Desa Nasreheu, Kecamatan Salang, merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar yang belum tergarap optimal, terutama dalam aspek pendidikan, kebersihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian BEM FKIP Universitas Abulyatama menginisiasi program bakti pendidikan dan bakti sosial untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat Desa Nasreheu. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke SMAN 1 Salang, SMAN 2 Salang dan SMKN 1 Salang, peningkatan literasi anak,sosialisai kebersihan, pemghijauan, pengenalan teknologi, serta implementasi apotek hidup sebagai solusi kesehatan tanaman berbasis tanaman obat.
Selain itu program ini juga mendukung promosi wisatan dan pembuatan profil desa sebagai langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kesadaran sosial, serta kepedulian lingkungan, sekaligus membangun solidaritas antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kami percaya bahwa perubahan positif dapat tercipta untuk kemajuan bersama. (Putra/*)
Editor: Triantotus












Komentar