Doa Bersama Keprihatinan Bangsa di Joglo Sukun, Membangun Kebersamaan dan Kesadaran Sosial

banner 468x60

Portalika.com [KARANGANYAR] – Puluhan warga Karanganyar, yang tergabung dalam Komunitas Sobogiri, menggelar acara doa bersama di depan Gedung Colomadu. Acara ini diselenggarakan dalam rangka car free day, yang merupakan momen untuk mengumpulkan pengunjung sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Kegiatan Minggu, 21 September 2025 ini menjadi sorotan, tidak hanya karena lokasinya yang strategis, tetapi juga karena tujuan yang ingin dicapai masyarakat setempat.

banner 300x250

Verry Tembong, Ketua Sobogiri, menjelaskan tindakan ini merupakan bentuk keprihatinan warga Karanganyar terhadap berbagai kondisi sosial dan politik yang tengah melanda bangsa.

Ia menekankan doa bersama ini menggambarkan harapan dan kerinduan masyarakat untuk menciptakan suasana yang lebih aman dan kondusif di masa depan.

“Kami ingin warga semakin sadar akan tanggung jawabnya untuk menjaga keberlangsungan berbangsa dan bernegara yang kondusif,” ungkap Ferry.

Dalam upaya membangun kesadaran sosial dan meningkatkan rasa kebersamaan, komunitas Sobogiri menghadirkan tema yang berkaitan dengan sejarah, di mana gedung Colomadu pernah menjadi saksi banyak peristiwa penting.

Dengan mengadakan doa bersama di tempat yang kaya akan nilai sejarah ini, mereka berharap agar setiap doa yang dipanjatkan bisa menjadi pengingat akan tanggung jawab bersama dalam melanjutkan pembangunan bangsa.

Mereka mengusung jargon Joglo Sukun- Jogo Solo Semakin rukun yang berarti menjaga lingkungan dan komunitas sambil mempromosikan rasa rukun di antara warganya.

Jargon ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan solidaritas, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keindahan dan keamanan Solo Raya.

Dalam rangka mendukung semangat tersebut, spanduk bertuliskan Joglo Sukun dibentangkan di berbagai sudut kota Solo, sebagai simbol upaya kolektif untuk menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Doa bersama yang diadakan di car free day tidak hanya sekadar kegiatan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat akan potensi besar yang dimiliki oleh masyarakat jika bersatu untuk tujuan yang mulia.

Melalui event ini, Sobogiri ingin mendorong masyarakat lain untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kondisi sosial dan budaya di lingkungan mereka, sehingga setiap individu merasakan kehadiran dan peran mereka dalam masyarakat.

Kegiatan ini menciptakan suasana yang penuh harapan, di mana warga tidak hanya diingatkan akan tantangan yang ada, tetapi juga tentang peran mereka dalam upaya mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsanya.

Kebersamaan dalam doa dan harapan adalah langkah awal yang kuat dalam membina masyarakat yang lebih baik. Acara doa bersama yang diadakan oleh komunitas Sobogiri di Karanganyar menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk berkontribusi positif bagi bangsa.

Melalui kegiatan ini, mereka menyalurkan keprihatinan dan harapan akan perubahan, berkomitmen untuk menjaga keharmonisan dan keamanan di lingkungan mereka. Semoga tindakan seperti ini terus menginspirasi lebih banyak komunitas untuk bergerak bersama demi kebaikan bersama, untuk mencapai Indonesia yang lebih baik. (Naharudin)

Komentar