Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemuda Desa Blimbing dilatih Sport Massage

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 16 Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar pelatihan sport massage bagi pemuda Karang Taruna di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN yang bertujuan membekali generasi muda desa dengan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru. Kegiatan ini dilaksanakan oleh M Adib Bilal Irwansyah dibantu oleh Anindya Kurnia Sari, Selia Arifania, dan Meylinda Mahda Dwi Aryani.

banner 300x250

Pelatihan diikuti pemuda-pemudi Karang Taruna setempat ini menyajikan materi teori sekaligus praktik seputar sport massage, mulai dari sejarah perkembangan massage, manfaatnya bagi kesehatan dan performa atlet, anatomi dan fisiologi tubuh yang relevan dengan terapi pijat, hingga berbagai teknik manipulasi seperti effleurage (menggosok), petrissage (memijat), tapotement (memukul), friction (menggerus), shaking, dan vibration.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai indikasi dan kontraindikasi massage, agar praktik yang dilakukan tetap aman dan bertanggung jawab.

Portalika.com/Ist

Koordinator sekaligus pelaksana program, M Adib Bilal, menjelaskan pemilihan sport massage sebagai materi pelatihan didasari pertimbangan nilai praktis dan potensi ekonominya bagi pemuda desa. Menurutnya, selain bermanfaat untuk kebugaran diri sendiri, keterampilan ini juga dapat dikembangkan menjadi jasa massage yang dibutuhkan masyarakat, mengingat banyak warga yang aktif secara fisik di kebun atau sawah.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada teknik pemijatan, tetapi juga menekankan aspek keselamatan kerja seperti pemahaman kontraindikasi, agar peserta memahami teknik yang benar dan bertanggung jawab dalam praktiknya.

“Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi bekal hard skill sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pemuda Karang Taruna Desa Blimbing, sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi kreatif yang kami usung selama KKN,” ujar Adib.

Antusiasme turut dirasakan oleh peserta pelatihan. Salah satu perwakilan pemuda Karang Taruna mengaku mendapat wawasan baru yang sebelumnya tidak diketahui, mulai dari teori hingga ragam teknik manipulasi seperti effleurage dan tapotement, termasuk aturan mengenai kondisi yang tidak boleh dipijat.

Materi yang cukup mendalam dan aplikatif ini dinilai berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh Karang Taruna sebagai bekal usaha sampingan.

“Terima kasih untuk kakak-kakak KKN Unnes yang sudah mau berbagi ilmu. Semoga pelatihan seperti ini bisa berlanjut, karena selain nambah skill juga menjadi ajang kumpul dan belajar para pemuda desa,” tutur Adit, Ketua Karang Taruna RW 03.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Giat 16 Unnes berupaya mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal di Desa Blimbing.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat #BersamaUNNESGIAT, Membangun Indonesia dari Desa.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan turut mendorong SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan dan hard skill pemuda desa. (*)

Editor: Triantotus

Komentar