FKUB Solo Raya Minta Regulasi Diubah Agar Bisa Bentuk FKUB Pusat Hingga Desa

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama di wilayah Solo Raya, Rabu, 11 September 2025 di Gedung Menara Wijaya Pemkab Sukoharjo.

Selain diikuti Ketua FKUB se-Solo Rsya juga dihadiri koordinator Asosiasi FKUB Jawa dan Madura, Samsudin Asrofi. Kegiatan tiga bulanan ini dibuka Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi jajaran Forkompimda.

banner 300x250

Ketua FKUB Sukoharjo, Zaenul Abbas mengatakan rakor FKUB menghasilkan tiga point penting yakni usulan agar ada regulasi FKUB ditingkatkan di atas Peraturan Bersama Menteri yang memuat struktur di tingkat pusat.

“Ya, rakor merupakan agenda tiga bulanan sebagai bahan evaluasi membahas berbagai isu yang terjadi, terutama di wilayah Solo raya,” ujar Abbas.

Dari bahasan yang dilakukan juga muncul tiga kesepakatan atau usulan di antaranya pembentukan FKUB di tingkat kecamatan/desa termasuk harus memiliki regulasi yang jelas terkait tupoksinya.

“Usulan lain adalah di masing-masing wilayah ada semacam area pusat edukasi kerukunan dalam bentuk rumah ibadah yang dalam satu kawasan, seperti di Kabupaten Klaten dan Boyolali,” ungkapnya.

Dalam rakor juga menyoroti isu lain terjadinya aksi unjuk rasa anarkis yang sempat melanda berbagai daerah di Indonesia. Ketua FKUB Sukoharjo itu meminta kepada warga untuk tidak mudah terpancing dengan melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

Portalika.com/Naharudin

“Masalah aksi unjuk rasa yang juga disertai anarkis juga sempat kami sampaikan dalam forum. Dan kami menyayangkan terjadiya anarkis. Oleh karena itu kami meminta semua pihak untuk tidak mudah terpancing dengan melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ujar Zaenul Abbas yang juga Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta.

Koordinator Asosiasi FKUB Jawa dan Madura, Samsudin Asrofi memberikan apresiasi kepada FKUB Solo Raya yang rutin menggelar rakor termasuk memunculkan sejumlah inovasi.

“Luar biasa, FKUB Solo Raya yang rutin menggelar rakor setiap tiga bulan. Bahkan dalam rakor selalu muncul inovasi, termasuk rencana dibentuknya pusat edukasi kerukunan umat beragama dalam satu kawasan seperti di Kabupaten Klaten dan Boyolali,” tegas dia.

Sementara itu Bupati Etik Suryani berharap rakor FKUB dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan sinergi antar umat beragama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di Solo Raya.

“Kami berharap rakor FKUB dapat memperkuat sinergitas antar umat beragama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati Etik Suryani juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama membangun suasana yang aman dan damai. (Naharudin)

Komentar