Portalika.com [SOLO] – Salah seorang penyanyi pop Jawa yang kini tengah moncer, Gilga Sahid dan istri yang baru dinikahinya, Sabtu 22 Juni 2024 mampu membikin histeria massa di Taman Sriwedari Solo, Jateng, Sabtu 29 Juni 2024 malam.
Keberadaan sejoli penyanyi ini di Solo untuk menyemarakkan Dies Natalis ke-44 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng.
Berdasar pantauan di lapangan, pergelaran musik bertajuk Culture Movement yang digelar selepas salat Isya ini, tampaknya banyak diminati masyarakat terutama anak-anak muda dari berbagai usia baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan gelagat bakal ramainya konser sudah terlihat sejak sore hari.
Baca juga: Pengin Gayeng, Dies Natalis Unisri Nanggap Artis Gilga Sahid
Sejak Sabtu sore atau sejak pukul 16.00 WIB ketika loket penukaran tiket dibuka, sejumlah anak muda silih berganti atre menukarkan tiket pertunjukan. Mereka di antaranya datang dari kawasan Solo Raya dan sekitarnya bahkan juga dari luar kota seperti Kediri, Ngawi, Jatim dan sebagainya.
“Loket penukaran tiket memang sudah dibuka sejak pukul 16.00 WIB. Ini dimaksudkan untuk memudahkan teman-teman yang akan menonton untuk menukarkan tiket pertunjukan,” ujar Kepala Humas Unisri, Fransiska Yona Ervina.
Sementara itu konser Culture Movement yang digelar untuk menyemarakkan Dies Natalis ke-44 Unisri yang dimulai selepas Isya dengan band pembuka Bakar Production Band asal Solo.
Mereka membawakan sejumlah lagu pop Jawa karya beberapa musisi kondang Tanah Air yang fasih diikuti sejumlah penonton sambil berjoget.
Namun di sela-sela pertunjukan Gilga yang diam-diam datang dengan mobil pribadi bersama istrinya, Happy Asmara sempat ketahuan beberapa penonton. Kondisi ini membuat mereka yang melihat kehadiran Gilga dan rombongan turun dari mobil histeris memanggil-manggil Gilga.
Sadar kehadirannya membuat heboh penonton, Gilga pun melambaikan tangan sebelum bergegas menuju tempat transit di belakang panggung.
Tak lama kemudian penonton dibuat histeris ketika giliran Gilga mentas. Penyanyi yang mempunyai nama lengkap Gilga Sahid Hardiansyah ini begitu keluar di panggung sekitar pukul 22.12 WIB langsung disambut teriakan histeris penonton.
Bahkan sejumlah penonton yang semula duduk di rerumputan karena kelelahan berdiri sejak selepas Isya mendadak bersemangat lagi. Mereka langsung berdiri menyambut kehadiran Gilga di panggung siap perform.
“Apa kabare Solo…? Apik-apik wae ta…? [Apa kabar Kota Solo? Baik-baik saja kan]?,” teriak Gilga yang memiliki nama lengkap Gilga Sahid Hardhiansyah kelahiran Madiun, Jatim 15 Februari 1998 ini membuka pertunjukan.
Tanpa dikomando para penonton langsung menyahut sapaan Gilga dengan antusias. “Baik Mas. Mana Mbak Happy [istri Gilga-red] kok tidak diajak bernyanyi?” sahut sejumlah penonton berteriak lantang.
“Lhah sekarang ini yang diundang Unisri kan saya. Karena itu hanya saya yang di panggung, tapi mudah-mudahan ke depan bukan hanya saya yang diundang Unisri, istri saya juga diundang jadi bisa berdua di panggung,” ujar penyanyi ini berkelakar sambil tersenyum.
Sejumlah penonton kembali berteriak histeris ketika Gilga menembangkan lagu-lagu miliknya. Mayoritas penonton pun ikut bernyanyi mengikuti syair lagu yang ditembangkan Gilga.
Sehingga acara konser malam itu menjadi hidup. Suasana konser semakin hidup ketika Gilga melantunkan lagu Sewu Kutha milik penyanyi campursari Kota Solo, Didi Kempot almarhum. Selain para penonton ikut bernyanyi, mereka juga menyalakan flash ponsel mereka sambil digoyang-goyangkan. Kondisi ini membuat suasana makin hidup.
Salah seorang penonton asal Kediri, Jatim, Haryawan yang setia menunggu penampilan Gilga di akhir acara mengaku suka dengan lagu-lagu bergenre pop Jawa seperti yang dilantunkan Gilga. Karena itu dia nekat ke Solo ingin menyaksikan konser penyanyi idolanya ini.
“Saya tahu ada konser di Solo ini dari media online dan media social. Karena itu saya terus mengajak teman datang ke Solo ini,” ungkap dia.
Di bagian lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Unisri, Dr Joko Pramono saat membuka konser di Taman Sriwedari mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang telah sudi hadir di konser Cultural Movement Dies Natalis ke-44 Unisri.
“Di usia ke-44 ini Unisri sudah memasuki usia matang. Doa para penonton atau masyarakat Kota Surakarta tentu akan menambah motivasi kami untuk berkontribusi kepada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi Unisri semoga tetap eksis bersama-sama kita,” ujar dia sambil meneriakkan yel-yel Unisri. (Iskandar)












Komentar