Gubernur Ahmad Luthfi Ajak “Bedhol Pabrik” Dan Jamin Tak Ada Premanisme

Jadi Sales 100 Investor Dari 5 Negara

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjadi sales dadakan. Ia menawarkan “bedhol pabrik” pada investor untuk masuk ke Jateng setelah Bertemu 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong dan Indonesia.

Ahmad Luthfi menegaskan investor banyak keuntungan jika berinvestasi di Jateng. Mulai dari keamanan karena tak ada premanisme, kepastian hukum, kemudahan tahapan perizinan secara online, ketersediaan tenaga kerja profesional, hingga hingga upah yang kompetitif.

banner 300x250

Dukungan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menyasar pada infrastruktur pada 2025, dan swasembada pangan di 2026 disebutnya menjadi keuntungan bagi investor.

Baca juga: Gus Iqdam Sebut Gubernur Ahmad Luthfi Pemimpin Dekat Dengan Anak Dan Masyarakat

Pertama, mantan Kapolda Jateng itu menekankan di Jateng tak ada premanisme pada investor. Garansi jaminan keamanan dan kepastian hukum diberikan pada semua investor yang masuk di Jateng.

“Investor tidak boleh diganggu, tak ada premanisme. Malpraktek, premanisme minta-minta tidak boleh. Semuanya sesuai hukum,” tegas Ahmad Luthfi usai menghadiri Indonesia Investment Summit di Swissotel PIK Jakarta, Selasa, 15 April 2025.

Portalika.com/Ist

Ia menegaskan, tidak boleh ada organisasi massa atau siapapun yang melakukan tindakan premanisme yang mengganggu investasi. Ia telah menerapkan hal itu semenjak aktif di kepolisian.

Jika ada yang mengganggu, perusahaan bisa langsung melapor. “Lapor langsung boleh, apalagi rumah gubernur itu adalah rumah rakyat,” tegasnya.

Alasan lain mengajak “bedhol pabrik” ke Jateng adalah upah yang bisa dikompromikan secara tripartit antara perusahaan, buruh dan pemerintah. Hal itu sesuai dengan ketentuan hubungan industrial.

Ahmad Luthfi mengatakan, perihal perizinan semua dilakukan secara online. Aturan itu menghindari birokrasi yang berbelit dan permainan di “balik meja”.

Portalika.com/Ist

Investor juga bisa memantau progres perizinan dan jika ada sumbatan maka bisa segera lapor. Di sisi lain kepala dinas siap mengawal perizinan tersebut.

Kondisi infrastruktur jalan, terutama jalur-jalur ekonomi juga menjadi prioritas perbaikan dan perawatan, sehingga distribusi barang akan lancar dan menguntungkan secara bisnis.

Sementara itu, Ketua Asian Trade Tourism and Economic Council (ATTEC), Budiharjo Iduansjah mengapresiasi langkah Gubernur yang siap dengan kehadiran investor.

Kegiatan yang diprakarsai ATTEC itu menjembatani investor dengan semua daerah di Indonesia. “Jateng punya lahan sangat luas. Sangat tepat untuk industri apa saja,” kata Budiharjo. (*)
Editor: Triantotus

Komentar