Gubernur Ahmad Luthfi Petakan Lahan Produktif Dan Tanam Padi 250.000 Hektare Bulan Ini

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sudah mewanti-wanti kepada bupati maupun walikota di Jateng untuk menyiapkan Langkah-langkah strategis sehingga target produksi padi 11 juta ton tahun 2025 ini tidak terpengaruh oleh musim kemarau.

Ada tiga hal yang dilakukan mantan Kapolda Jateng ini untuk menghadapi kemarau. Ditegaskan, semuanya harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong royong antarbupati dan walikota.

banner 300x250

Pertama, Jateng menanam padi 250 hektare pada April ini. Hal ini sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan serentak pada Selasa, 23 April 2025. Dari luasan itu, per hari ini Jateng telah menyelesaikan 156.000 hektare.

Baca juga: Sinergitas Ketahanan Pangan Nasional Di Sukoharjo, Polres Tanam jagung, Kodim Tanam Padi

“April target [tanam] 250 ribu hektare, hari ini 156 ribu hektare. Target April terpenuhi. Swasembada mampu tapi bisa jadi akan ada kemarau,” kata Ahmad Luthfi usai tanam padi di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Penanaman serentak itu dilakukan 14 provinsi melalui zoom bersama Presiden Prabowo. Presiden melakukan tanam padi di Sumsel, sementara Gubernur Ahmad Luthfi melakukannya di Trucuk, Kabupaten Klaten.

Harus diketahui, Provinsi Jawa Tengah ditarget pemerintah pusat untuk menopang pangan nasional. Total target tahun ini adalah 11 juta ton dan sampai saat ini sudah tercapai 4,9 juta ton. Secara hitung-hitungan matematika, Ahmad Luthfi optimis bisa menggenapi kekurangan produksi padi hingga akhir tahun.

Portalika.com/Ist

Langkah kedua yang telah dilakukan Ahmad Luthfi untuk menghadapi kemarau adalah berkoordinasi dengan 35 bupati dan walikota. Semua kepala daerah sepakat dengannya untuk memetakan wilayah.

Ketiga, pemetaan wilayah secara detil. Artinya wilayah pertanian mana saja yang produktif namun terancam kemarau harus ditopang oleh pengairan di saat kekeringan nantinya.

“Sudah rakor bupati walikota. Lakukan pemetaan, daerah yang masuk lumbung pangan nasional kekurangan air. Mana yang harus dialiri air,” ujar Ahmad Luthfi.

Pada kesempatan itu, Ahmad Luthfi melakukan penanaman padi secara mekanisasi. Menggunakan alat modern, dirinya hanya duduk di atas mesin tanam dan padi tertanam secara rapi.

Sementara itu, pada arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia bukan hanya swasembada pangan tapi sudah jadi lumbung pangan dunia. Ia mengingatkan negara yang kuat adalah yang memiliki petani yang kuat pula. Artinya, ia mendorong kesejahteraan petani.

“Kalau pangan aman, negara aman. Petani sebagai produsen oangan harus makmur,” ujar Prabowo. (*)
Editor: Triantotus

Komentar