Sinergitas Ketahanan Pangan Nasional Di Sukoharjo, Polres Tanam jagung, Kodim Tanam Padi

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menanam jagung di lahan tumpangsari Dukuh Tengklik, Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jumat, 21 Februari 2025.

Kegiatan ini dihadiri Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, Camat Polokarto Herry Mulyadi, pemerintah desa, serta kelompok tani setempat.

banner 300x250

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan program penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan target yang telah ditetapkan dan dalam rangka mendukung program swasembada pangan.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Sukoharjo Siap Tanam Jagung Di 250 Hektare Tanah Warga

‘Polres Sukoharjo mendapatkan target penanaman jagung tumpangsari seluas 249,7 hektare. Saat ini, sudah tertanam sekitar 239 hektare lebih, dan hari ini kami menambah 3 hektare lagi. Harapannya, target ini dapat tercapai dan bahkan melebihi,” ujarnya, Jumat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol Inf Supri Siswanto menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program swasembada pangan yang dijalankan oleh kepolisian dan pemerintah daerah.

Portalika.com/Eka

“Kami akan terus mendukung kegiatan Polres dalam upaya swasembada pangan, khususnya jagung. Begitu pula sebaliknya, Polres juga mendukung program swasembada padi yang kami jalankan. Sinergi ini penting untuk ketahanan pangan nasional,” kata Letkol Inf Supri Siswanto.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno menambahkan Sukoharjo menargetkan penanaman jagung monokultur di area seluas 2.000 hektare serta jagung tumpangsari seluas 249,7 hektare pada tahun ini.

“Satu kelompok tumpangsari biasanya mengelola sekitar 3 hektare. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mewujudkan swasembada pangan, baik untuk beras maupun jagung. Mengingat tahun ini Presiden menegaskan tidak boleh ada impor jagung, maka kita harus bergerak bersama,” jelasnya.

Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi besar dalam pengembangan jagung, terutama di 12 kecamatan utama, termasuk Polokarto, Bendosari, Nguter, Tawangsari, Bulu dan Gatak. Dengan program ini, diharapkan ketahanan pangan daerah semakin kuat serta kesejahteraan petani dapat meningkat.

Acara dilanjutkan dengan dialog bersama petani tentang swasembada pangan. (Triantotus)

Komentar