Guru Sejarah Solo Mulai Kembangkan Pembelajaran Melalui AI

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani hadir dan membuka Pelatihan Membuat Video Sejarah dengan AI di MAN 1 Surakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata inovasi pembelajaran di sekolah menengah atas yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan materi sejarah.

Pelatihan yang digelar ini diprakarsai oleh guru sejarah MAN 1 Surakarta, Rusdi Mustapa. Dia mengembangkan metode pembuatan video pembelajaran sejarah berbasis AI yang menyajikan narasi dan visual secara menarik melalui pendekatan point of view (POV).

banner 300x250

Model pembelajaran ini dibuat agar siswa tidak sekadar mendengar atau membaca, tetapi dapat menyaksikan gambaran peristiwa sejarah seolah berada dalam cerita tersebut.

Wawalkot Astrid memberi apresiasi tinggi kepada Rusdi dan tim guru yang telah memanfaatkan teknologi AI secara kreatif untuk mendukung pembelajaran. Menurutnya, inovasi seperti ini penting untuk menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital.

“Inovasi seperti ini membuat pembelajaran tidak monoton. Sejarah yang biasanya terasa berat dan penuh hafalan kini dikemas dengan visualisasi yang menarik sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan terlibat dalam materi,” ujar Astrid.

Metode yang dikembangkan Rusdi memadukan beberapa tahapan teknologi. Narasi sejarah yang disusun oleh guru dimasukkan melalui prompt AI sehingga menghasilkan script konten.

Selanjutnya, video visualisasi AI dihasilkan melalui aplikasi seperti Sora dan dirangkai dengan perangkat lunak video editor. Hasilnya adalah video pembelajaran yang kontekstual, informatif, dan menarik bagi siswa.

Astrid menegaskan penggunaan teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi sebagai alat bantu untuk memperkaya proses belajar-mengajar. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Surakarta.

“Guru tetap menjadi kunci utama dalam pendidikan. Teknologi seperti ini hadir untuk memperkuat kreativitas guru dalam menyampaikan materi,” imbuhnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pendidik di Kota Surakarta untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif dengan perkembangan teknologi. (Ariyanto)

Komentar