Sering kali saya mendengar dari siswa-siswa saya bahwa nilai tidak penting. Mereka mengutip literasi di internet yang menyatakan bahwa ijazah hanyalah selembar kertas dan yang paling penting adalah keterampilan atau skill. Sebagai guru yang sudah puluhan tahun dalam dunia pendidikan, saya prihatin terhadap miskonsepsi ini yang tersebar tanpa konteks jelas di media sosial. Melalui tulisan ini, saya ingin meluruskan pemahaman tersebut menjelang Hari Guru Nasional 25 November 2025.
Nilai dan ijazah bukan segalanya, tetapi dalam konteks sistem pendidikan dan dunia kerja saat ini, keduanya masih sangat relevan dan menentukan banyak peluang di masa depan. Mengabaikan nilai dan ijazah sama dengan mengabaikan realitas yang ada, yang bisa merugikan generasi muda.
Nilai untuk Masa Depanmu, Bukan Hanya untuk Orang Tua
Orang tua sering bilang, “Nilai tidak penting bagi kami, yang penting kamu belajar giat.” Ini adalah upaya melindungi anak dari stres dan tekanan. Namun, nilai raport sangat penting bagi anak sebagai tiket untuk membuka banyak peluang. Contohnya adalah seleksi perguruan tinggi melalui jalur prestasi, beasiswa yang mensyaratkan nilai akademik, dan tahapan rekrutmen kerja yang menggunakan filter nilai akademis. Dengan mengabaikan nilai, anak sebenarnya membuang banyak peluang berharga.
Ijazah sebagai Bukti Kompetensi dan Komitmen
Pernyataan “Ijazah tidak penting, yang penting skill” adalah setengah benar, setengah menyesatkan. Skill memang penting, tetapi ijazah adalah bukti formal penguasaan ilmu, komitmen menyelesaikan pendidikan, dan dokumen administratif penting. Mereka yang sukses tanpa ijazah tinggi adalah pengecualian, bukan aturan, dan biasanya memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan pendidikan formal. Ijazah juga memberikan fleksibilitas bila karir utama tidak berjalan mulus.
Bantahan terhadap Argumen Kontra
Sistem pendidikan mungkin belum sempurna, dan banyak lulusan yang menganggur atau bekerja tidak sesuai jurusan. Namun, data menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan semakin rendah tingkat pengangguran. Pengangguran tertinggi justru banyak terjadi pada mereka yang tak punya ijazah. Jadi, menyempurnakan diri dengan pendidikan formal bukan solusi yang harus diabaikan.
Skill dan Ijazah Adalah Pelengkap, Bukan Pilihan
Skill dan ijazah harus dimiliki bersama, bukan memilih salah satu. Dunia kerja menuntut kombinasi keduanya. Contohnya pelamar yang punya skill dan ijazah jelas lebih diuntungkan dibanding yang hanya memiliki satu. Di SMK Negeri 1 Giritontro, kami mendidik siswa untuk menguasai keduanya: skill praktis dan nilai akademis yang baik.
Pesan untuk Generasi Muda
Jangan mudah percaya narasi yang menyatakan nilai tidak penting tanpa memahami konteksnya. Kejar nilai terbaik bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk membuka banyak peluang untuk dirimu sendiri. Selesaikan pendidikanmu dengan komitmen penuh, dan terus tingkatkan skill praktismu. Bangun pula karakter yang kuat dan visi jelas akan masa depanmu.
Kita berharap dunia menilai seseorang dari karakter dan kreativitas, bukan angka di raport atau selembar ijazah. Tetapi kenyataan saat ini masih menempatkan nilai dan ijazah sebagai pintu gerbang kesempatan. Bijaklah dalam memahami realitas ini agar masa depanmu tidak terhambat karena miskonsepsi yang tidak tepat. Kunci kesuksesan adalah memiliki skill, ijazah, dan karakter yang kuat.
Semoga generasi muda kita menjadi cerdas, bijak, dan tangguh dalam menghadapi tantangan dan meraih masa depan terbaik di Hari Guru Nasional 2025 ini.
Wonogiri, 26 November 2025
Beni Nur Cahyadi, S.Pd.I












Komentar