Portalika.com [SURAKARTA] – Kapten tim nasional sepakbola cerebral palsy Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan timnya tak gentar dengan nama besar Australia dan Jepang menuju pertarungan di ajang IFCPF Asia Oceania Cup 2025.
Para pemain bahkan meyakini memiliki peluang 80 persen untuk lolos mewakili grup A menuju babak empat besar, untuk bertarung lagi dengan wakil grup B yang dihuni Iran, Korea Selatan, Thailand dan Malaysia.
Yahya menyebut semua pemain memiliki motivasi tinggi sejak masa persiapan hingga H-1 pertandingan melawan Australia di Stadion Sriwedari Solo, Minggu, 16 November 2025 pukul 08.00 WIB besuk.
“Kami merasa sangat antusias sejak hari pertama melakukan latihan karena ini adalah pertandingan pertama di level Asia Oseania. Kami sudah siap menghadapi lawan-lawan yang ada,” kata Yahya usai menjalani sesi latihan resmi di Stadion Sriwedari, Sabtu, 15 November 2025.
Yahya menuturkan, mentalitas bertanding menjadi faktor penting yang ditekankan kepada para pemain selama masa pemusatan latihan. Hal itu karena Australia dan Jepang lebih punya pengalaman dalam melakoni pertandingan resmi level Asia maupun dunia.
“Kami sudah menganalisis permainan Australia dan Jepang. Yang jelas mereka lebih berpengalaman daripada kami karena sudah sering mengikuti pertandingan resmi. Tetapi kami pun sudah memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi mereka,” ujar Yahya.
Para pemain mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya Warga Solo untuk mendukung perjuangan tim di partai pertama melawan Australia dan laga kedua kontra Jepang pada Senin, 17 November 2025.
“Tentu saja kami berharap status sebagai tuan rumah ini memberi keuntungan bagi kami, apalagi para pemain juga sudah terbiasa dengan kondisi lapangan di sini, tidak perlu adaptasi lagi,” ungkap Yahya.
Menatap ajang ini, Indonesia masih mengandalkan para pemain yang meraih medali perak di ajang ASEAN Para Games 2022 plus tambahan pemain baru. Para pemain tersebut adalah Yahya Hernanda, Amin Rosyid, Yusup Suhendar, Mahdianur, Dany Prijo Sejati, Ikhsan Tabrani, Yahya Muhaimi, Eko Khanani, Hafthah Wicaksono, Diky Hendrawan, Ahmad Yusup dan Rizky Mulyana.
Amin Rosyid yang berposisi sebagai penjaga gawang menjadi pemain paling senior dengan usia 34 tahun. Sementara gelandang Rizky Mulyana menjadi pemain termuda di tim Indonesia dengan usia 18 tahun.
Pelatih tim sepakbola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardiyanto, optimistis kombinasi ini bisa membuat Indonesia meraih prestasi, terutama memenuhi target posisi empat besar di IFCPF Asia Oceania Cup 2025.
“Para pemain baru yang kita rekrut kali ini saya rasa bisa bikin gebrakan. Ada beberapa pemain muda yang akan kita tampilkan dan Insya Allah akan menjadi serangan yang baik bagi lawan,” ucap Yanuar Dhuma. (Ariyanto)












Komentar