Portalika.com [SURAKARTA] – Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani mengunjungi Kelompok Tani Subur Makmur di RW 02, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Kunjungan untuk melihat langsung aktivitas pertanian warga sekaligus memberikan dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan di tingkat kelurahan.
Dalam kunjungan tersebut, Astrid berdialog dengan para anggota kelompok tani yang selama ini aktif memanfaatkan lahan pekarangan dan kebun warga untuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan, serta tanaman pangan.
Kelompok Tani Subur Makmur juga mengembangkan berbagai produk olahan pangan berbasis lokal, seperti frozen getuk, frozen pohong (singkong), frozen ikan, serta aneka camilan berupa keripik paru daun pohong dan keripik belut daun pohong.
Selain itu, kelompok ini turut mengembangkan pembibitan jagung sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Menurut Astrid, peran kelompok tani di wilayah perkotaan sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat.
“Peran kelompok tani seperti ini sangat strategis, tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian warga. Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kreativitas Kelompok Tani Subur Makmur dalam mengelola lahan dan mengolah hasilnya menjadi produk bernilai tambah,” kata Astrid.
Astrid menilai kegiatan pertanian berbasis komunitas seperti ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat gotong royong dan ketahanan sosial di lingkungan.
Kawasan Kelompok Tani Subur Makmur dinilai berhasil menghadirkan suasana pedesaan di tengah kota, dengan konsep terpadu tani–ternak–mancing yang menarik, edukatif, dan berpotensi dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus destinasi edukasi pangan perkotaan.
“Kawasan ini luar biasa, bisa menghadirkan suasana pedesaan di tengah kota. Kami akan terus berkomitmen potensi di wilayah seperti ini untuk dikembangkan sebagai ruang pemberdayaan dan ketahanan pangan kota,” ujarnya.
Selain mendorong produktivitas pertanian, Astrid juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan yang nyaman, aman, dan kondusif bagi seluruh aktivitas warga, termasuk kegiatan pertanian dan pengolahan pangan.
Penguatan ketahanan pangan terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Pemkot rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta mendukung distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang totalnya mencapai lebih dari 1.400 ton bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkot Surakarta juga mendorong pengembangan urban farming, pasar tani, serta pembinaan keamanan pangan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Berdasarkan proyeksi daerah, prevalensi ketidakcukupan pangan di Surakarta pada 2026 ditargetkan terus menurun hingga kisaran 5,7 persen, menunjukkan tren positif dalam penguatan ketahanan pangan kota.
Kunjungan Wakil Walikota Astrid Widayani ke Kelompok Tani Subur Makmur ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat kolaborasi dengan kelompok warga, serta memastikan upaya ketahanan pangan berjalan dari tingkat paling bawah secara berkelanjutan. (Ariyanto/*)












Komentar