Keraton Surakarta Kerajaan Pertama Yang Punya Ekosistem Digital Terlengkap Di Dunia

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengklaim menjadi kerajaan pertama di dunia yang mempunyai ekosistem digital terlengkap. Klaim itu terjadi setelah secara resmi meluncurkan portal resmi Keraton Kasunanan.

“Ekosistem digital ini menjadi yang pertama untuk kerajaan di dunia yang memiliki digitalisasi paling lengkap. Karena selain meluncurkan website, juga memiliki NFT [non-fungible token] yang akan mengabadikan keragaman koleksi di Keraton Surakarta serta mengenalkan token kripto bernama Ma atau Masa,” ujar Pengageng Museum Keraton Surakarta, Jateng, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi ketika soft launching ekosistem digital di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (27/9/2023).

banner 336x280

Menurut dia lewat portal resmi Keraton Kasunanan, masyarakat luas bisa mengenal dan mengetahui lebih dekat Keraton Kasunanan. Mulai dari sejarah, adat istiadat hingga budaya Jawa.

Baca juga: Siswa Semata PK TNI AU A-85 Dan Siswa Diktukta Polri TA. 2023 Laksanakan Karya Bakti Di Keraton Kasunanan Surakarta

Lewat portal resmi ini, kata dia, keraton berupaya terus menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi, salah satunya melalui ekosistem digital. Ekosistem Digital Keraton Surakarta Hadiningrat dinilai menjadi komitmen keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa yang semakin maju melalui teknologi digital.

Hangabehi mengutarakan tujuan dari ekosistem digital adalah untuk membawa Keraton Surakarta lebih dikenal. Karena banyak kekayaan pengetahuan yang perlu digali dan disampaikan ke masyarakat.

Sementara itu salah seorang putri raja Paku Buwano XII yang juga Pengageng Sasano Wilopo Keraton Surakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah yang hadir bersama suaminya, KP Edhy Wirabhumi mengatakan, pihaknya juga akan mengabadikan aspek unik yang menjadi bagian dari budaya mereka dengan merilis koleksi NFT.

Pengageng Sasano Wilopo Keraton Surakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah menabuh gong saat meresmikan soft launching Ekosistem Digital Kraton Kasunanan Surakarta, di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta, Jateng, Rabu (27/9/2023). (Portalika.com/Iskandar)

Dengan teknologi blockchain, NFT ini akan memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng ini menambahkan termasuk juga memperkenalkan token crypto yang diberi nama MASA.

“Ini terinspirasi dari koin mata uang pertama Kerajaan Mataram kuno yang terbuat dari emas dan memiliki nilai yang sangat tinggi,” papar dia.

Di sisi lain GKR Timoer Rumbai yang juga Pengageng Keputren menambahkan, melalui ekosistem digital selain bisa mengenalkan kebudayaan keraton secara digital juga mampu membuat keraton menjadi mandiri, di antaranya melalui kripto.

Dengan melalui digitalisasi jika ada barang yang tidak bisa disentuh sehari-hari bisa dilihat melalui digitalisasai maka memungkinkan bisa diperlihatkan. Dia yang juga salah satu komisaris Creaton Studio ini mencontohkan dandang Kyai Duda yang hanya dikeluarkan delapan tahun sekali, dengan digitalisasi bisa diperlihatkan ke masyarakat.

Pengageng Museum Keraton Surakarta, Jateng, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi memberi sambutan ketika soft launching Ekosistem Digital Kraton Kasunanan Surakarta, di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta, Jateng, Rabu (27/9/2023). (Portalika.com/Iskandar)

Pengageng museum lainnya GRAy Devi Lelyana Dewi yang ikut memberi keterangan tentang ekosistem digital mengatakan, saat ini objek yang didigitalisasi masih terbatas pada benda pusaka di museum. Karena materi dan benda-benda koleksi keraton dinilai sangat banyak. (Iskandar)

Komentar