Ketua Dekranasda Dorong Lebih 10.000 UMKM Trenggalek Dapatkan Sertifikat Halal Gratis Kemenkop

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Menjadi satu-satunya tuan rumah Halalin Kementerian Koperasi dan UMKM RI setelah Banyuwangi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Trenggalek, Novita Hardini, mendorong lebih 10.000 UMKM di daerahnya memiliki sertikat halal gratis.

Momentum yang langka tentunya diharapkan Novita bisa dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya sertifikat halal menjadi salah satu jaminan sosial yang menjadi hak warga negara termasuk para pelaku usaha.

banner 300x250

Saat ini ada sebanyak 5.408 sertifikat halal gratis melalui program Halalin Kemenkop diberikan kepada pelaku UMKM di kabupaten yang dikenal TGX Shoutern Paradise itu.

Baca juga: Selesai Lebih Cepat Dari Kontrak, Bupati Dan Kajari Trenggalek Tinjau Kualitas Pembangunan Jalan

Namun angka ini dianggap oleh Founder’s UPRINTIS Indonesia, sebuah yayasan yang bergerak pada pendampingan UMKM perempuan, masih bisa dimaksimalkan lagi. Paling tidak bisa 10.000 lebih bisa mendapatkan sertifikat halal hingga akhir 2024.

Novita mengatakan Trenggalek mempunyai 155.000 UMKM dimana lebih dari 40% nya merupakan UMKM di sektor makanan dan minuman ini bisa mendapatkan sertifikat halal.

“Kuota hari ini, kita sudah menerbitkan 5.408 untuk Gerakan Halalin Kementerian Koperasi. Tapi tidak hanya berhenti hari ini, kita terus berkomitmen dan tentunya tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Komindag sendiri atau PKK sendiri. Perlu ada kerjasama dari seluruh stake holder untuk bisa target 10 ribu lebih sertifikat halal di tahun 2024 ini. Kita punya 155 ribu UMKM 40% dari mamin paling tidak itu bisa 100% kita terbitkan sertifikat halalnya,” ucap Master of Economic UIN SATU itu di Pasar Pon Trenggalek, Rabu, 29 Mei 2024.

Portalika.com/Rudi Sukamto

Sertifikat halal maupun NIB, sambungnya merupakan jaminan sosial yang menjadi hak warga negara termasuk pelaku usaha yang harus diberikan pemerintah kepada mereka.

“Maka dari itu, hari ini suatu kehormatan besar bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu kabupaten setelah Banyuwangi yang menjadi tuan rumah. Jadi tidak semua kabupaten/kota yang dipilih, hanya Kabupaten Banyuwangi dan Trenggalek,” imbuhnya.

Dia berharap setelah memiliki sertifikat halal, ada pemahaman yang sama bahwa sertifikat halal ini menjadi bagian penting yang tidak bisa dikesampingkan dari ekosistem usaha. “Kalau kita mau naik kelas, kita harus lengkapi dulu semua sertifikatnya,” ujarnya.

Senada, Asisten Deputi Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Muhammad Firdaus SE, MM, menyampaikan pentingnya sertifikat halal bagi pelaku UMKM bisa masuk pasar ritel atau pasar modern. Selain itu juga menjamin konsumennya.

“Jadi kita perlu koordinasikan bersama mulai dari hulu ke hilirnya. Dari hulu mungkin sudah ada RPH yang bersertifikat halal kemudian RPU yang bersertifikat halal maka akan mempermudah para pelaku UMKM mendapatkan sertifikat halal,” tandas Firdaus. (Rudi Sukamto)

Komentar