Portalika.com [PEMALANG] – Mengubah limbah menjadi produk bernilai jual kini bukan sekadar wacana. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 160 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengajak ibu-ibu PKK Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi berbahan dasar kelapa sawit dengan aroma eucalyptus.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di rumah warga dan dipandu oleh Nadya Fitri Azzahra, mahasiswa jurusan D4-Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Dalam pemaparannya, Nadya menjelaskan minyak jelantah yang sering dibuang begitu saja ternyata dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan.
Melalui teknik sederhana, minyak jelantah dapat diubah menjadi lilin aromaterapi yang tidak hanya bermanfaat untuk relaksasi, tetapi juga bernilai ekonomi.
“Dengan memanfaatkan minyak jelantah, kita mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha rumahan,” ungkap Nadya di hadapan peserta.
Manfaat aroma eucalyptus juga menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Eucalyptus dikenal memiliki aroma segar yang dapat membantu meredakan stres, melegakan saluran pernapasan, dan memberikan efek menenangkan.

Nadya berharap ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan aroma ini untuk menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman dan sehat, sekaligus menambah nilai jual produk.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diajak menyaring minyak jelantah, mencampurkan bahan lilin berbasis kelapa sawit, menambahkan minyak esensial eucalyptus, hingga menuangkannya ke cetakan.
Antusiasme terlihat dari semangat ibu-ibu mencoba sendiri proses pembuatannya, sambil berdiskusi mengenai cara mengemas dan memasarkannya.
Bagi warga Desa Kaliprau, kegiatan ini memberikan inspirasi baru dalam mengelola limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini menjadi peluang usaha kreatif.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN-T 160 Undip berharap tercipta budaya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi. (*)
Penulis: Nadya Fitri Azzahra, mahasiswa jurusan D4-Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar