Portalika.com [WONOGIRI] – Pada hari Kamis, 8 Agustus 2024, Balaidesa Boto, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, menjadi saksi antusiasme dan kreativitas para ibu-ibu PKK dalam mengolah daun dan tanaman sekitar menjadi karya seni melalui pelatihan Eco-Print yang diadakan mahasiswa KKN UNS 294.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 ibu-ibu PKK perwakilan dari 10 dusun di Desa Boto. Firdaus Fillia Rossa, mahasiswa Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret, bertindak sebagai penanggung jawab acara ini.
“Saya merencanakan program sosialisasi dan pelatihan pengelolaan daun menjadi Eco-Print karena melihat potensi kreatif ibu-ibu PKK di Desa Boto. Eco-Print adalah teknik ramah lingkungan yang dapat meningkatkan nilai tambah produk kerajinan lokal. Dengan memperkenalkan teknik ini, saya berharap ibu-ibu bisa mengembangkan keterampilan baru dan menciptakan produk bernilai jual, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan melalui seni. Saya merasa senang dan tersanjung dengan antusias mereka selama acara, mantap betul ibu-ibu,” jelas Rossa, selaku penanggung jawab acara.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Sustainable Energy Ke Siswa SD Dan Masyarakat Desa Kepyar, Wonogiri
Pelatihan dimulai dengan sesi sosialisasi yang memberikan pemahaman mendalam tentang apa itu Eco-Print, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah pembuatan Eco-Print.
Firdaus menjelaskan secara rinci kain-kain apa saja yang cocok untuk Eco-Print dan memberikan tips serta trik agar hasil Eco-Print maksimal. Ibu-ibu PKK tampak sangat antusias mengikuti setiap penjelasan yang disampaikan, terlihat dari semangat mereka dalam mencatat dan bertanya.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Eco-Print. Para peserta diajak untuk langsung memilih daun-daun yang akan digunakan, dan dengan penuh semangat mereka mulai memukulkan daun-daun tersebut ke kain menggunakan palu kayu yang telah disediakan oleh tim KKN UNS 294.
Keceriaan dan kreativitas terpancar dari wajah para peserta yang berhasil menciptakan motif-motif indah di atas totebag mereka. Setiap peserta kemudian membawa pulang totebag hasil karya mereka sendiri sebagai kenang-kenangan dan bukti kreativitas yang telah mereka pelajari.
Menurut salah satu peserta, Dwi, kader PKK dari Dusun Ngawu, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kreativitas ibu-ibu di Desa Boto.
“Terima kasih untuk mba mas KKN yang sudah memperkenalkan dan memberikan pengetahuannya mengenai Eco-Print ini. Semoga dapat bermanfaat bagi pengembangan kreativitas ibu-ibu di Desa Boto,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya membuka wawasan baru bagi ibu-ibu PKK mengenai pengolahan daun menjadi karya seni, tetapi juga mendorong semangat mereka untuk terus berkreasi dan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka.
Diharapkan, ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh para peserta, sehingga Desa Boto dapat dikenal sebagai desa yang kreatif dan ramah lingkungan. (*)
Penulis: Firdaus Fillia Rossa, mahasiswa KKN Program Studi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret, Solo
Editor: Triantotus












Komentar