Magang Strategis di KPKNL, Asah Kompetensi Sektor Publik

Fernandito Mahesa Kusuma, mahasiswa UNISRI, bagikan pengalaman magang selama 40 hari di KPKNL Surakarta, menautkan teori manajemen dengan realitas kerja pemerintahan.

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Teori tentang perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian yang dipelajari di ruang kuliah menemukan bentuk nyatanya di kantor pemerintahan. Ini yang dirasakan Fernandito Mahesa Kusuma, mahasiswa semester tujuh Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, selama kurang lebih 40 hari menjalani program magang kerja di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta, mulai 3 November hingga 23 Desember 2025.

Bersama enam rekan dari Kelompok 20 yang dibimbing oleh Dra. Suprihatmi SW., M.M., Fernandito menyelami langsung dinamika kerja di unit vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI ini. Bagi mereka, magang bukan sekadar kewajiban kurikulum, melainkan jembatan penting untuk memahami kesenjangan antara konsep akademis dan tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya.

banner 300x250

“Di bangku kuliah, kami belajar teori manajemen yang ideal. Di sini (KPKNL), kami belajar bagaimana teori itu diterapkan dalam birokrasi yang penuh dengan prosedur, ketelitian, dan tanggung jawab terhadap aset negara. Ini pembelajaran yang sangat kontekstual,” ujar Fernandito, menceritakan kesan pertamanya.

Fernandito mendapat penempatan di Divisi Pengelolaan Kekayaan Negara, divisi yang bertugas mengadministrasikan, menatausahakan, dan memantau aset negara. Penempatan ini memberinya gambaran nyata tentang prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang milik negara.

Aktivitas hariannya meliputi asistensi administrasi, pengelolaan dan pengarsipan dokumen, serta membantu tugas-tugas teknis terkait aset negara. Pekerjaan yang terlihat rutin ini justru menjadi sekolah pertama bagi ketelitian dan kehati-hatian ekstrem. “Setiap dokumen yang kami urus berkaitan langsung dengan kepentingan dan kekayaan negara. Salah input atau lengah sedikit, dampaknya bisa serius. Ini mengajarkan tanggung jawab yang tidak main-main,” tambahnya.

Pengalaman magang ini secara jelas memetakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang ia pelajari. Fungsi perencanaan terlihat dari pembagian tugas dan penyusunan jadwal kerja yang rapi. Pengorganisasian tampak pada struktur divisi yang jelas dan pembagian peran yang terdefinisi. Sementara itu, pengendalian diwujudkan melalui mekanisme pemeriksaan dan validasi dokumen secara berlapis untuk meminimalkan risiko kesalahan.

Namun, pembelajaran terbesar justru datang dari aspek non-teknis. Budaya kerja birokrasi dengan disiplin waktu, kepatuhan pada prosedur, dan etika komunikasi formal menjadi nilai yang harus diinternalisasi. Kemampuan soft skills seperti komunikasi efektif, kerja sama dalam tim, dan beradaptasi dengan lingkungan profesional berkembang pesat melalui interaksi langsung dengan para pegawai dan pejabat KPKNL.

Dra. Suprihatmi SW., M.M., selaku dosen pembimbing, menegaskan pentingnya pengalaman ini. “Program magang seperti ini adalah laboratorium hidup. Mahasiswa tidak hanya melihat, tetapi terlibat langsung. Mereka belajar bahwa profesionalisme itu terdiri dari kompetensi teknis dan sikap. Sinergi antara kampus dan instansi seperti KPKNL sangat penting untuk menciptakan lulusan yang siap kerja,” paparnya.

Kehadiran mahasiswa magang juga memberikan nilai tambah bagi KPKNL Surakarta. Mereka berkontribusi dalam mendukung tugas-tugas administratif sekaligus membawa perspektif akademik yang segar ke dalam organisasi.

Pada akhirnya, program magang ini membuktikan bahwa pembelajaran paling efektif seringkali terjadi di luar dinding kampus. Bagi Fernandito dan rekan-rekannya, 40 hari di KPKNL Surakarta telah mengubah pemahaman mereka dari sekadar tahu menjadi mampu merasakan dan bertindak sesuai dengan tuntutan dunia kerja profesional, khususnya dalam mengelola hal-hal yang menyangkut hajat hidup dan kekayaan publik.

Penulis: Fernandito Mahesa Kusuma, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
Editor: Yoedi

Komentar