Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa KKN PPM Unisri Solo kelompok 25 Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno melaksanakan penyuluhan pemanfaatan kotoran kambing untuk pupuk organik. Kelompok 25 beranggotakan 12 Orang terdiri dari 3 laki-laki dan 9 perempuan melaksanakan salah satu kegiatan program kerja kelompok yaitu sosialisasi.
Dalam sosialisasi ini kita ingin berbagi ilmu mengenai pemanfaatan dan cara pembuatan pupuk kompos organik dari kotoran kambing. Adapun kegiatan program kerja individu telah dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2024 di Dusun Pelang, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 WIB. Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sekitar disambut baik oleh kepala Dusun Pelang dan masyarakat setempat.
Baca juga: Muda Mudi Jatipurno Dikenalkan Lembaga Bantuan Hukum
Bagas Setiawan merupakan Ketua Kelompok 25, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unisri Surakarta dan sekaligus yang menyampaikan materi terkait pemanfaatan dan pembuatan pupuk kompos organik dari kotoran kambing.
Tujuan dari sosialisasi untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan kotoran hewan dengan mengubahnya menjadi pupuk organik itu jauh lebih baik dan membantu mengurangi limbah kimia dan juga meningkatkan kesuburan tanah dan Kesehatan tanaman. Mari kita mulai membuat kompos organic dirumah masing-masing.
Kompos Organik adalah pupuk alami yang berasal dari penguraian sisa-sisa bahan organic seperti dedaunan, sisa sayuran, dan kotoran hewan. Kompos sendiri bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman.
Manfaat dari pupuk kompos sendiri yaitu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, menyediakan nutrisi bagi tanaman, mengurangi limbah organik dan mengurangi penggunakan pupuk kimia. Salah satu pupuk organik yang kita manfaatkan yaitu kotorang hewan (kambing).
Proses fermentasi POC dari kotoran kambing ini harus dilakukan dengan sempurna. Kotoran kambing yang belum diproses masih mengandung bakteri jahat dan pathogen yang mengganggu pertumbuhan tanaman dan membuat tanaman terbakar.
Maka dari itu, proses fermentasi ini berguna untuk mematikan biji gulma maupun pathogen penyebab penyakit tanaman yang mungkin masih terdapat dalam kotoran kambing tersebut. Proses fermentasi kotoran kambing sebelum menjadi pupuk cukup mudah.
Langkah-langkah pembuatan pupuk kompos organic yang berasal dari kotoran hewan yaitu :
- Siapkan wadah atau lubang untuk kompos yang akan diproses.
- Memisahkan kotoran kambing dengan benda asing seperti batu, plastik, kayu dan lain sebagainya. Saat melakukan penyortiran, lakukan juga proses penggemburan. Tujuan dari proses ini yaitu agar kotoran kambing tidak menggumpal, sehingga proses fermentasi menjadi lebih cepat. Setelah itu, hamparkan kotoran kambing di atas alas atau tempat yang sudah disiapkan.
- Menyiapkan starter. Pemberian starter bertujuan agar proses fermentasi semakin cepat. Starter yang biasanya digunakan yaitu EM4. Ukuran EM4 yang diberikan pada pembuatan pupuk kotoran kambing yaitu 1 tutup botol EMP4 untuk dilarutkan ke dalam air sebanyak 1 liter. Setelah itu, tambahkan juga molase Aduk semua bahan sampai tercampur rata, lalu tunggu hingga 10 sampai 15 menit agar semua bahan tercampur dengan rata.
Lalu semprotkan di atas hamparan kotoran kambing dan aduk hingga merata. Setelah pemberian starter, kohe kambing disimpan pada wadah yang sudah disediakan.
Kemudian karung diikat dengan tali lalu tempatkan di area yang ternaungi. Lakukan pengecekan setelah 3 sampai 4 hari dan lakukan juga pengadukan untuk meningkatkan sirkulasi udara serta menurunkan suhu.
Pembuatan pupuk kompos dari fermentasi kotoran kambing akan jadi setelah 2 sampai 3 minggu dari proses tersebut. (Heris)












Komentar