Portalika.com [SURAKARTA] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng menggelar The 7th International Conference on Technology, Education, and Social Science (ICTESS) 2025 yang menjadi platform akademik bergengsi untuk membahas solusi lintas disiplin terhadap tantangan global.
Siaran pers Unisri belum lama ini menyebutkan konferensi internasional ini mengambil tema sentral “Driving Innovation for Inclusive and Sustainable Growth: Shaping the Future of Education, Law, Agriculture, Food Technology, Economy, Politics, and Society”.
Konferensi ini mempertemukan para sarjana, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi global serta meningkatkan produktivitas ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi.
Rektor Unisri, Prof Dr Drs Sutoyo MPd dalam sambutannya menekankan pentingnya integrasi pengetahuan untuk mengatasi tantangan kompleks di masa kini.
“Hari ini, kita menyaksikan bukan hanya pertemuan pemikiran internasional, tetapi juga perayaan pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi lintas batas dan disiplin ilmu,” ujar dia.
Sutoyo menambahkan melalui kegiatan ke-7 ICTESS Tahun 2025, Unisri berkomitmen memperluas jejaring internasional serta mendorong civitas akademika untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sorotan pembicara internasional dan isu kritis sesi pleno menampilkan jajaran pembicara terkemuka, termasuk Prof Brian Yuliarto PhD dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai pembicara utama.
Skala internasional konferensi diperkuat dengan kehadiran pakar dari empat negara lain dalam sesi panel, yaitu:
* Assoc Prof Dr Wardatul Akmam Din dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia.
* Prof Bobur Sobirov dari Samarkand Branch of Taskent State University of Economic, Uzbekistan.
* Dr Tran Nghia Khang dari An Giang University, Vietnam.
* Dr Chuanchen Bi dari Khon Kean University, Thailand.
Puluhan makalah yang dipresentasikan mencakup spektrum topik yang luas dan relevan secara global, mulai dari:
* Politik Sosial: Analisis inkonsistensi sikap Indonesia terhadap SDGs #14 (Kehidupan Bawah Air) di tengah dilema kebijakan hilirisasi nikel yang berpotensi merusak ekosistem laut.
* Ekonomi & Bisnis: Pengaruh green washing dalam memediasi citra merek hijau dan kepercayaan pada keunggulan kompetitif hijau, dengan studi kasus McDonald’s Indonesia.
* Pendidikan: Integrasi Deep Learning dan Contextual Learning untuk mendorong motivasi siswa dan keberlanjutan dalam pendidikan, serta integrasi keterampilan digital ke dalam Project-based Learning (PjBL) untuk mengatasi tren pekerjaan yang bergeser di Indonesia.
* Hukum: Pembahasan mengenai ketidakselarasan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, khususnya UU Cipta Kerja, dengan standar Hak Asasi Manusia internasional.
* Teknologi Pangan & Pertanian: Inovasi panganfungsional seperti pengembangan biskuit bebas gluten untuk pencegahan stunting dan pemodelan adopsiblockchain untuk rantai pasokan pertanian berkelanjutan.
Konferensi ICTESS yang digelar ke-7 Tahun 2025 ini telah berhasil berfungsi sebagai katalisator untuk berbagi wawasan dan mendiskusikan pendekatan inovatif yang berkontribusi pada kemajuan dunia.
Diharapkan, diskusi yang berorientasi pada solusi ini dapat diperluas dan diimplementasikan untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan secara nyata di tingkat nasional dan global. (Iskandar)












Komentar