Mahasiswa KKN-T Undip Paparkan Hasil Studi Kelayakan Bisnis Untuk Usaha Penggemukan Domba di Bangsal Wedhus Marimulyo

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Ekonomi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 146 Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memaparkan hasil studi kelayakan bisnis pada usaha penggemukan domba di Peternakan Bangsal Wedhus Marimulyo, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jumat, 8 Agustus 2025.

Kajian ini menilai kelayakan usaha dari aspek pasar, teknis-operasional, lingkungan, manajemen, dan finansial sebagai dasar pengambilan keputusan pengembangan usaha.

banner 300x250

Studi kelayakan dilakukan untuk memastikan usaha dapat berjalan berkelanjutan, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan keuntungan. Bangsal Wedhus Marimulyo dipilih karena memiliki potensi pasar luas, khususnya di Klaten, Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur, dengan permintaan tinggi untuk kebutuhan aqiqah dan kurban.

BACA JUGA  Mahasiswa Unisri Selesaikan Magang di Satpol PP Surakarta, Pelajari Dinamika Kerja Instansi Pemerintah

Proses kajian meliputi pengumpulan data pasar terkait segmentasi, target konsumen, dan posisi usaha, dilanjutkan dengan analisis teknis-operasional mulai dari penerimaan hingga pemeliharaan domba, serta proses pemasaran.

Kelompok mahasiswa juga meninjau pengelolaan limbah feses dan urine yang telah dimanfaatkan sebagai pupuk organik, mengevaluasi sistem manajemen, dan menghitung kelayakan finansial menggunakan metode Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai pengamat sekaligus enumerator, melakukan wawancara, observasi langsung di kandang, dan mencatat proses teknis penggemukan. Pemilik usaha turut berpartisipasi aktif memberikan informasi yang dibutuhkan.

BACA JUGA  Menag Berangkatkan Ribuan Peserta Jalan Sehat Kerukunan HAB di Wonogiri

Hasil kajian menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan secara finansial dengan waktu balik modal 2,09 tahun, NPV positif Rp2,34 juta, PI 1,01, dan IRR 9,40%. Potensi pasar dinilai masih besar, terutama penjualan langsung ke konsumen akhir yang memberikan margin lebih tinggi.

BACA JUGA  Orang Kuat Bisa Bentuk Tim Hukum Orang Miskin Bersandar pada Hakim yang Tidak Bisa disogok

Meski demikian, terdapat kekurangan seperti manajemen yang masih sederhana, pencatatan keuangan manual, dan belum adanya digitalisasi operasional. Kelompok mahasiswa merekomendasikan penerapan sistem pencatatan digital, penyusunan SOP operasional, pembentukan struktur organisasi, dan diversifikasi produk.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong Bangsal Wedhus Marimulyo menuju usaha peternakan yang modern, efisien, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi dan kontribusi ekonomi lokal. (*)

Penulis: Ardis Priya Alzami (Manajemen), Fadhlina Ristya Dewi (Agribisnis) dan Sekar Kartika Rahmani (Agribisnis)

Editor: Triantotus

Komentar