Mahasiswa KKN Unisri 2025 Pasang Plang Edukasi Sampah di Desa Sukorini untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 59 KKN-PPM 2025 melaksanakan program peduli lingkungan dengan memasang Plang Edukasi Sampah di Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.

Program ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap persoalan sampah yang masih menjadi masalah umum di pedesaan, khususnya terkait rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan membuang sampah pada tempatnya.

banner 300x250

Plang edukasi tersebut dipasang di sejumlah titik strategis desa, antara lain dekat balai desa, jalan utama, area sekolah, dan lokasi yang sering menjadi tempat pembuangan sampah sementara. Pesan-pesan yang tertulis dibuat sederhana, jelas, dan mudah dipahami, seperti ajakan memilah sampah organik dan anorganik, menjaga kebersihan sungai, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurut salah satu mahasiswa, Vania Alifia Narwastu, plang ini dirancang bukan hanya sebagai hiasan atau tanda semata, melainkan sebagai pengingat visual yang setiap hari bisa dilihat oleh warga.

“Tulisan sederhana dengan gambar yang menarik diharapkan bisa mengingatkan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa, untuk lebih peduli terhadap sampah. Harapannya, kesadaran ini bisa tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selain pemasangan plang, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi kecil kepada warga sekitar lokasi pemasangan. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menjelaskan arti penting pesan yang tertera pada plang dan memberikan contoh sederhana tentang cara memilah sampah rumah tangga.

Warga terlihat antusias dan memberikan tanggapan positif. Beberapa bahkan langsung menanyakan bagaimana cara membuat kompos dari sampah organik agar lebih bermanfaat.

Tokoh masyarakat Desa Sukorini, yang turut hadir saat pemasangan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, edukasi tentang sampah memang harus dimulai dari hal kecil, namun dilakukan secara konsisten.

“Selama ini, masyarakat cenderung membuang sampah bercampur begitu saja. Dengan adanya plang seperti ini, setidaknya ada pengingat yang terus terlihat. Anak-anak juga bisa belajar sejak dini pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Para guru di sekolah dasar setempat juga menyambut baik pemasangan plang edukasi tersebut. Mereka bahkan berencana menjadikan plang itu sebagai media tambahan untuk mengajarkan murid-murid tentang pelajaran lingkungan hidup.

“Kami bisa menggunakan plang ini sebagai bahan ajar langsung di lapangan. Anak-anak jadi lebih mudah memahami pesan karena melihatnya secara nyata di sekitar desa,” ungkap salah satu guru.

Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian mahasiswa KKN Unisri terhadap pembangunan berkelanjutan di desa. Dengan langkah sederhana, yaitu memasang plang edukasi, mahasiswa berharap ada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Walaupun terlihat kecil, perubahan pola pikir ini bisa membawa dampak besar dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan Desa Sukorini. (*)

Editor: Suryono

Komentar