Portalika.com [KLATEN] – Dalam rangka menjalankan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Windy Putri Kencana, mahasiswi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang bertugas di Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten telah melaksanakan program kerjanya yaitu Sosialisasi Politik Dasar: Mengenal Organisasi ASEAN dan Kawasan Asia Tenggara untuk siswa Sekolah Dasar kelas IV dan VI.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 dengan total siswa dan siswi sebanyak 12 anak. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai organisasi ASEAN serta memperkenalkan kawasan Asia Tenggara kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Mengingat pentingnya generasi muda untuk memahami identitas negaranya dalam lingkup regional, pengenalan politik dasar menjadi langkah awal yang sebaiknya dikenalkan dengan cara sederhana, menyenangkan, dan mudah dimengerti.
Mengajarkan anak SD tentang politik dasar mungkin terdengar rumit, tetapi sebenarnya ini adalah fondasi penting untuk menumbuhkan rasa kebangsaan, pemahaman identitas kawasan, serta kesadaran akan pentingnya kerja sama antarnegara.
Melalui pendekatan interaktif dan penuh permainan, saya membahas berbagai topik dasar tentang ASEAN dan Asia Tenggara dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Windy menyampaikan materi seputar Apa Itu ASEAN dan Mengapa Penting? “Saya memulai dengan menjelaskan bahwa ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara,” katanya.
ASEAN berdiri pada tahun 1967 dengan tujuan menjaga perdamaian, mempererat kerja sama, dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Anak-anak diperlihatkan bendera ASEAN yang berlambang padi berjumlah sepuluh tangkai, melambangkan persatuan antarnegara.
“Saya juga memberikan contoh sederhana peran ASEAN, seperti penyelenggaraan SEA Games yang sering mereka dengar atau lihat.
Negara-Negara ASEAN. Selanjutnya, anak-anak dikenalkan dengan negara-negara anggota ASEAN yang terdiri dari 10 negara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja,” katanya.
Agar lebih menarik, kegiatan ini diselingi dengan permainan tebak bendera dan tebak makanan khas dari negara anggota ASEAN sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan interaktif.
Apa Itu Asia Tenggara? “Saya menjelaskan bahwa Asia Tenggara adalah wilayah tempat negara-negara ASEAN berada. Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Melalui media peta, anak-anak diajak untuk melihat letak negara-negara tersebut serta bagaimana Indonesia menjadi bagian penting di dalam kawasan ini.”
Peran ASEAN dalam Kehidupan Sehari-hari. Materi dilanjutkan dengan membahas contoh nyata bagaimana ASEAN hadir dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, adanya pertukaran pelajar, produk makanan atau barang dari negara tetangga yang bisa ditemui di Indonesia, hingga acara olahraga seperti SEA Games.
Hal ini membuat anak-anak lebih mudah memahami bahwa ASEAN bukan sekadar organisasi, tetapi sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Windy mengatakan dari kegiatannya diharapkan mampu menumbuhkan wawasan sejak dini. “Melalui kegiatan ini, saya berharap anak-anak dapat memahami apa itu ASEAN, mengenal negara-negara Asia Tenggara, serta menyadari pentingnya kerja sama antarbangsa. Pendidikan politik dasar sebaiknya tidak menunggu sampai dewasa, melainkan dapat dikenalkan sejak sekolah dasar agar generasi muda tumbuh dengan wawasan kebangsaan yang luas dan rasa bangga sebagai bagian dari Indonesia sekaligus Asia Tenggara,” ujarnya. (*)
Penulis: Windy Putri Kencana, mahasiswi Unisri, Surakarta
Editor: Suryono












Komentar