Mahasiswa KKN Unisri Teknologi Pangan Melaksanaka Sosialisasi Pencegahan Stunting Dengan Pembuatan PMT Susu Jagung

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Adhe Firdha Aulia, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, saat ini tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Beku, Karanganom, Klaten.

Melalui program KKN ini, Adhe Firdha Aulia berusaha memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pangan dengan Sosialisasi Pencegahan Stunting Dengan Pembuatan PMT Susu Jagung.

banner 300x250

Program kerja individu KKN dengan tema Sosialisasi Pencegahan Stunting dengan Pembuatan PMT Susu Jagung sukses dilaksanakan di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu kader posyandu setempat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan anak-anak usia dini.

Acara ini diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian stunting, penyebab utama, serta dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.

Dijelaskan pula pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan stunting. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar cara memberikan asupan gizi yang baik bagi anak serta alternatif bahan pangan lokal yang bisa digunakan sebagai makanan tambahan bergizi.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan PMT berupa susu jagung. Jagung dipilih karena mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta memiliki kandungan gizi seperti karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C, serta antioksidan yang baik untuk mendukung pertumbuhan anak.

Portalika.com/Ist

Dalam praktik ini, ibu-ibu posyandu bersama-sama mengikuti setiap tahapan mulai dari pemilihan jagung segar, perebusan, proses blender, penyaringan, hingga penyajian susu jagung yang higienis dan menarik untuk anak-anak.

Ibu-ibu posyandu tampak aktif mencoba langsung proses pembuatan susu jagung. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru sekaligus keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan saat kegiatan posyandu bulanan maupun di rumah masing-masing.

Produk susu jagung yang dihasilkan dibagikan untuk dicicipi bersama, dan mendapat respon positif karena rasanya enak serta mudah diterima oleh anak-anak.

Kegiatan ini juga memperkuat peran ibu-ibu posyandu sebagai penggerak perubahan di masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah stunting.

Dengan adanya keterampilan membuat PMT dari bahan lokal, diharapkan masyarakat tidak lagi bergantung pada produk instan yang harganya relatif lebih mahal, melainkan dapat memanfaatkan potensi pangan sekitar sebagai solusi bergizi dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu-ibu posyandu bisa mengajarkan kembali cara membuat susu jagung kepada warga lainnya, sehingga lebih banyak anak-anak Desa Beku yang dapat menikmati makanan tambahan bergizi,” ungkap mahasiswa pelaksana program.

Kepala desa dan pihak posyandu setempat juga menyambut baik program ini. Mereka berharap kegiatan serupa bisa terus dikembangkan dengan variasi PMT lainnya agar anak-anak Desa Beku semakin terbebas dari risiko stunting.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan PMT susu jagung ini, Desa Beku diharapkan mampu membangun kesadaran bersama untuk mencegah stunting sejak dini, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (*)

Editor: Suryono

Komentar