Mampu Bersaing dengan Vietnam, Apindo Pusat Dukung Jateng Jadi Pusat Investasi

banner 468x60

Portalika.com [SEMARANG] — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat mendukung agar Provinsi Jawa Tengah menjadi pusat investasi.

Dukungan itu disampaikan Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Pusat, Bob Azam saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Kamis, 18 Juni 2026.

banner 300x250

Menurut Bob, Jateng memiliki iklim investasi yang baik, sebab provinsi ini punya wilayah, infrastruktur, tenaga kerja yang baik. Menurutnya, Jateng sangat mungkin menjadi daerah kompetitif untuk investasi. Bahkan dinilai bisa bersaing dengan Vietnam.

Hal itu didukung oleh beberapa daerah di Jawa Tengah yang sudah memiliki pertumbuhan sangat bagus, misalnya Kendal dan Batang. Bahkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal pada 2025 sudah mencapai sekitar 9%, jauh di atas rata-rata nasional.

“Jadi untuk kompetisi dengan Vietnam dan negara lain tidak perlu Indonesia, cukup Jawa Tengah saja. Apalagi dipimpin oleh Gubernur Ahmad Luthfi yang luar biasa,” kata dia.

Selain memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus, beberapa daerah di Jawa Tengah juga memiliki Incremental Capital Output Ratio (ICOR) cukup rendah.

Dalam kesempatan itu, Bob juga menyampaikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sedang mengupayakan untuk peningkatan infrastruktur penunjang kawasan industri.

Misalnya revitalisasi pelabuhan Tanjung Emas dan rencana pembangunan dry port di Batang dan Kendal. Menurutnya, lengkapnya infrastruktur penunjang akan semakin menguatkan Jawa Tengah sebagai daerah kompetitif untuk tujuan investasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Apindo Pusat dan daerah yang serius mengawal Jawa Tengah untuk menjadi tujuan investasi.

Salah satu syarat pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Maka, Jawa Tengah harus memiliki daya dobrak investasi.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD dalam membangun wilayah, tetapi ada juga investasi,” katanya.

Menurut dia, iklim di Jawa Tengah sangat mendukung sekali untuk investasi. Di antaranya karena dari segi geografis berada di tengah antara Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain itu juga memiliki tenaga kerja yang kompetitif dan perizinan investasi dipwrmudah. Tak hanya itu, kebutuhan infrastruktur pendukung kawasan industri juga terus dikejar.

Berkali-kali Ahmad Luthfi berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar ada percepatan terkait revitalisasi pelabuhan Tanjung Emas dan dry port (tempat bongkar muat) di Kawasan Industri Batang dan Kendal.

Maka dari itu, dukungan dari pengusaha yang tergabung dalam Apindo Pusat dan daerah untuk mengembangkan wilayah sangat penting.

Di sisi lain, Ahmad Luthfi dan jajarannya juga terus mempromosikan poten investasi Jawa Tengah kepada para calon investor dalam negeri dan luar negeri. (*)

Editor: Triantotus

Komentar