Mas Ipin Mungkin Trenggalek Sedang Diuji Ketauhidannya

Hadiri Gema Takbir di Masjid Baiturrahman

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan jajaran Forkopimda menghadiri Gema Takbir dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H tahun 2025 di Masjid Baiturahman.

Di Gema Takbir, Bupati mengatakan kali ini mungkin Trenggalek sedang diuji ketauhidannya.

banner 300x250

Mas Ipin-panggilan akrab Mochamad Nur Arifin mengajak warganya untuk kembali menjaga dan mencintai alam sebagai bentuk ketauhidan dan penghambaan kepada Allah SWT. Dengan mencintai alam dan menjaganya, harapannya bencana alam yang berulang ini tidak terjadi lagi di Trenggalek.

“Semoga kita termasuk umatnya Nabi Ibrahim As dan umatnya Nabi Muhammad SAW karena bulan Dzulhijjah ini rasanya bulan cinta, bulan tauhid. Jika dulu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu diuji tauhidnya, bagaimana kecintaan ayah yang menunggu lama dikaruniai putra kemudian diberi perintah untuk kemudian dikorbankan atas nama tauhid, atas nama kecintaan kepada Allah SWT,” kata Mas Ipin, Kamis, 5 Juni 2025.

Mungkin hari ini pun, ujarnya, Trenggalek sedang diuji ketahuidannya. “Ada yang kehilangan orang tua, kehilangan kerabat. Ada yang hilang sebagian waktunya, ada yang kehilangan harta benda. Semoga, seperti yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, ini menjadi hikmah besar bagi seluruh umat manusia. Sama yang terjadi di Trenggalek semoga menjadi hikmah pula. Hikmah yang besar untuk Kabupaten Trenggalek,” lanjutnya.

Dia mengatakan tadi setelah rapat dengan Pak Sekda, mau memastikan lagi. Masih online bertelepon dengan Pak Sekdaprov. “Alhamdulillah Ibu Gubernur luar biasa meskipun sedang beribadah haji, masih merespon sambungan telepon kami. Insya Allah besok beberapa infrastruktur yang hari ini hancur di Kecamatan Munjungan akan ditinjau dan akan segera ada penanganan darurat,” katanya.

Bupati meminta ada jembatan darurat agar masyarakat bisa tetap bisa beraktifitas. “Kita melihatnya mungkin dari kacamata musibah tapi mungkin ada kacamata lain dimana cara Allah mengingatkan kita untuk mulai kembali bagaimana cara mencintai alam. Tetap mencintai lingkungan, tetap mencintai bumi sebagai bentuk ibadah dan sebagai bentuk penghambaan, tauhid kita kepada Allah SWT. Sehingga hal-hal itu tidak terulang seperti ini tidak terjadi lagi.”

“Saya juga minta maaf, atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, jika masih belum mampu mengemban perlindungan dengan baik,” ujarnya. (Rudi Sukamto)

Komentar