One Way Arus Balik Dimulai Minggu, 6 April Jam 06.00 WIB Dari GT Kalikangkung Lur

banner 468x60

Portalika.com [KOTA SEMARANG] – Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Brigjen Pol Sonny Irawan menyosialisasikan one way arus balik akan dimulai pada Minggu, 6 April 2025 dari gate tol (GT) Kalikangkung, Semarang.

Sesuai surat keputusan bersama (SKb) arus balik dilakukan pada tanggal 3 April pukul 14.00 WIB namun ada klausul jika melihat dinamika di lapangan.

banner 300x250

“Kita melihat dinamika di lapangan, sesuai dengan arahan dari Kakorlantas untuk one way arus balik flag off dimulai dari Gerbang Tol Kalikangkung tanggal 6 April jam 06.00 WIB pagi,” ujar Brigjen Pol Sonny Irawan.

Baca juga: Arus Mudik Usai, Korlantas Polri Fokus Skema Arus Balik

Pernyataan ini disampaikannya saat konferensi pres di GT Banyumanik, Kamis, 3 April 2025. Dirlantas Polda Jateng ini mengungkapkan adanya anomali yang berbeda dalam arus mudik Lebaran 2025 dibanding dengan tahun sebelumnya.

Dimana volume kendaraan dari barat ke timur masih ada peningkatan sampai H+3  pasca-hari raya Idul Fitri. “Sampai dengan hari Rabu, 2 April 2025 kemarin untuk arus terjadi perimbangan antara yang mudik dengan yang balik,” katanya.

Seperti di GT Kalikangkung yang masuk di angka 2.200 sedang yang keluar di angka 1.900 sampai 2.000, Anomali tersebut berbeda dengan tahun lalu dimana H+1 pasca lebaran sudah tidak ada bangkitan arus dari barat ke timur namun di tahun ini justru banyak orang mudik setelah lebaran.

Brigjen Pol Sonny Irawan menyatakan untuk pelaksanaan one way lokal baik arus mudik maupun arus balik dilakukan setelah melihat kepadatan kendaraan yang masuk dari arah barat ke GT Kalikangkung untuk arus mudik dan untuk arus balik melihat kepadatan yang mengarah ke Jakarta di Tol Solo Jogja maupun Gerbang Tol di wilayah Ungaran dan Banyumanik.

Portalika.com/Anom

Dirlantas menjelaskan dalam kegiatan evaluasi saat arus mudik dibandingkan tahun lalu meningkat 5,8% di GT Kalikangkung sedangkan di exit tol Pejagan mengalami peningkatan 29% dibanding tahun sebelumnya, dengan memperhatikan perubahan anomali arus mudik yang terjadi hingga H10 (H-7 ditambah H+3).

Dirlantas juga memberikan perhatian terkait jalur selatan yang mengalami hambatan dikarenakan adanya bencana di beberapa wilayah. Seperti banjir disekitar Prupuk (jalur Brebes Banyumas) dikarenakan hujan yang mengakibatkan genangan sekitar 70-80 cm menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas sehingga dilaksanakan pengalihan arus, begitu juga bencana di wilayah Kebumen yang mengakibatkan jalur Cilacap-Jogja juga terhambat.

Pada bagian lain,.Brigjen Sonny mengimbau kepada masyarakat khususnya yang akan melaksanakan perjalanan arus balik untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan, dalam hal menggunakan jalur tol agar terus memantau informasi terkait pemberlakuan one way arus balik.

“Kita telah lakukan persiapan dalam rangka mengamankan arus balik baik dengan penempatan personel, pemasangan rambu untuk rekayasa dan juga papan imbauan baik di jalur tol maupun jalan arteri,” tandas Dirlantas. (Triantotus)

Komentar