Portalika.com [SOLO] – Guna menyemarakkan perayaan Imlek 2575/2024 yaitu tahun baru pada penanggalan China, panitia Imlek Solo memasang sekitar 5.000 lampion di kawasan Pasar Gede, Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya. Kali ini lampion yang dipasang tak hanya warna merah tapi beraneka warna.
“Tema Imlek tahun ini adalah tahun Naga memperkuat kebhinekaan. Kemarin kami audiensi dengan Wakil Wali [Wawali] Kota, beliau senang karena merasakan bahwa di Solo ini, satu, Imlek sudah termasuk menjadi salah satu wisata Imlek di Indonesia,” ujar Ketua Panitia Bersama Imlek 2575/2024, Sumartono H dalam konferensi pers di Kantor Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Jl Mertolulutan, Solo, Jateng, Selasa 30 Januari 2024.
Kedua, ujar dia, panitia Imlek bisa berkolaborasi dengan panitia Grebeg Sudiro membawa manfaat. Di antaranya, dengan adanya kebersamaan grebeg yang membentuk panitia bersama Imlek tentu akan terjadi akulturasi budaya.
Baca juga: Sabtu Ini, Grebeg Sudiro Mulai Digelar Diawali Prosesi Umbul Mantram
Manfaat lainnya, mem-branding kebhinekaan di Kota Solo dan yang pasti multipel efeknya bisa membawa manfaat UMKM sebulan lebih mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan.
Wawali, ungkap Sumartono, berharap kedua panitia ini terus bisa bermitra atau berkolaborasi bahkan efek kebhinekaan ini dinilai sangat penting. Karana dari dua kepanitiaan dinilai mempunyai kepentingan mengangkat budaya bersama-sama dan terlihat sekali kebhinekaannya.
Karena itu manfaat tersebut harus dijaga sebab event ini dianggap sangat berbeda dengan event-event yang ada di Kota Solo lainnya. “Di sini betul-betul terlihat kebersamaan, kebhinekaan, ada berbagai agama, suku bersama-sama mengangkat mem-branding Kota Solo.”
Penyalaan Kembang Api
Menurut Sumartono di Jl Jenderal Sudirman ada replika 12 lampion shio ditambah dua master naga. Lampion yang dipasang di ujung Gladag adalah barang impor dari China terbuat dari fibre glass.
Kemudian yang di tengah Perempatan BI dipasang naga membelit atau melingkar. Jadi, kata dia, totalnya ada 12 shio plus tiga lampion sehingga ada 15 lampion.
Kemudian di depan Plaza Balaikota di bagian tengah dipasang master dua naga yang bisa bergerak-garak sambil bola apinya berputar. Di kanan kirinya ada lampion ikan koi dan lampion keluarga barongsai.
Ikan koi dipercaya melambangkan sepanjang tahun ada rezeki. Selain itu ada tambahan gapura Imlek di Jembatan Kali Pepe sehingga total ada 20 lampion. Lampion-lampion ini akan dinyalakan sampai akhir Februari. Karena rangkaian acara Imelk ada Cap Go Mek pada Minggu 25 Februari 2024.
Untuk lomba foto ada tiga kategori yaitu kategori suasana Imlek dan lampion, kategori liong barongsai dan video riil mulai 30 Januari 2024. “Itu semua acara yang berkaitan dengan acara Imlek,” papar Sumarsono.
Dia menjelaskan untuk perayaan Grebeg Sudiro seperti biasa digelar tanggal 27 Januari sampai 10 Februari. Acara puncaknya nanti grebeg parade pada Minggu 4 Februari 2024.
Untuk bakti sosial berupa donor darah pada Selasa di PMI agar darah bisa segera diproses menjadi komponen. Donor darah ditargetkan 210 peserta, dan pendonor akan mendapatkan goodie bag khusus, ada 40 give tambahan bagi yang beruntung dengan diundi, dan tiga undian tayangan instagram terbaik.
Soal penyalaan kembang api bersama dengan panita gerebeg digelar Jumat 9 Feruari pukul 00.00 WIB. Karena panita grebeg tanggal 8 dan 9 Februari ada panggung di Balaikota sampai pukul 00.00 WIB. Pada Sabtu 24 Februari sebelum Cap Go Mek, ada pertunjukan tiga grup barongsai.
Berharap Pemilu Aman
Lebih lanjut Sumartono yang ditanya makna tahun Naga seperti pada Imlek tahun ini, dia yang mengaku bukan ahli shio pernah membaca dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa naga merupakan bukan binatang nyata. Tapi dalam naga itu terdapat segala kehebatan binatang.
Dia menjelaskan dari 12 shio ada dua shio yang dianggap besar yaitu naga dan harimau. Sehingga dengan tahun Naga Kayu ini diharapkan semuanya akan lebih baik. Termasuk pesta demokrasi bisa berjalan aman, lancar dan mendapat pemimpin yang dipilihkan Tuhan untuk semua masyarakat Indonesia.
“Terus terang kami berharap semuanya berjalan aman. Memang dalam kompetisi semuanya pasti ingin menang. Namun apa pun yang akan dijalankan untuk menang jangan sampai merugikan kita. Karena kalau semua dibikin kacau kan justru memberatkan untuk memperbaiki. Tapi kalau semuanya aman lancar karena semua pilihan Tuhan kita berharap Indonesia ke depan semakin luar biasa berjalan dengan baik,” kata Sumartono.
Menanggapi soal properti Imlek ada yang didatangkan dari luar negeri atau impor, dia mengungkapkan karena di tahun Naga Kayu ini pihaknya ingin sesuatu yang beda dengan biasanya. Biasanya properti memang dibuat di Solo melibatkan UMKM lokal.
Kali ini ada satu properti impor dari Tiongkok yaitu lampion master di Gladag yang terbuat dari fibre glass. Karena ketika pihaknya googling menemukan lampion unik dari fibre glass. Diharapkan UMKM di Solo nanti bisa mencontoh membuat lampion dari fibre glass tersebut.
Di Solo Tak Ada Pecinan
Lebih lanjut Sumartono menjelaskan mantapnya akulturasi dan pembauran etnis Tionghoa di Solo dengan warga bumi putra mengakibatkan tak ada kawasan Pecinan seperti di beberapa daerah lainnya. Menurut dia di Kota Solo tidak ada kawasan Pecinan, karena membaurnya para imigran dari China yang datang di Solo sudah luar biasa.
“Contohnya di Pasar Gede. Kalau di film-film seperti di luar negeri, imigran dari China sering kali mengelompok jadi satu [di kawasan tertentu]. Dan usahanya pun lengkap mulai dari tukang cukur, jual daging, toko kelontong, toko emas jadi satu. Itu [disebut] pecinan.”
Kalau di Solo mereka mengelompok berdasar jenis usaha. Kalau melihat kawasan Ketandan dulu merupakan toko kelontong, di Coyudan toko emas, toko-toko lainnya di Jalan Slamet Riyadi dan di beberapa jalan lainnya di Kota Solo. (Iskandar)












Komentar