Pelajar SDN Purworejo Boyolali Bermain Ular Tangga dalam Literasi Keuangan Bersama Permata Bank

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Seratusan pelajar SDN Purworejo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali mengikuti literasi keuangan sejak dini. Mereka dilatih menabung sejak usia dini agar lebih mandiri dan tidak tergantung kepada orangtua atau orang lain dalam mencukupi keinginan.

Metode literasi keuangan dikonsep dalam bermain, seperti ular tangga. Kotak-kotak dalam permainan ular tangga terdapat literasi keuangan seperti mendapatkan hadiah 25.000 atau memperoleh 10.000 setelah melakukan kegiatan membantu orang lain.

banner 300x250

Angka-angka itu memiliki filosofi bahwa hadiah tidak diperoleh seketika tetapi harus dilakukan kerja keras. Henry Widjaja, Chief of Commercial Banking Permata Bank ikut bermain ular tangga tersebut. Henry melempar dadu dan angka yang diperoleh dimainkan oleh siswa SDN Purworejo secara bergiliran.

Henry Widjaja, mengatakan kegiatan CSR ini dilakukan di 23 lokasi berbarengan dengan ulang tahun. Kepala SDN Purworejo, Tri Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada Permata Bank yang di ulang tahun ke-23 melaksanakan program Permata Bank Cinta dan edukasi dari kita (cerita). “Terima kasih atas kerja samanya. Kami berharap kerja sama tidak sampai disini tetapi ke depan bisa kerja sama dan kolaborasi pendidikan berjalan dengan baik, keuangan berjalan dengan imbang,” katanya.

Dia menjelaskan terpilihnya SD Purworejo menjadi program CSR Permata Bank karena lokasi strategis dan jumlah peserta didik banyak. “Selain Permata Bank, kerja sama dilakukan dengan Perusahaan sekitar seperti perusahaan Sosis, garmen, inklusi dan Bimtek dari UNS,” katanya.

Di kesempatan itu, Henry menyerahkan bantuan alat marching band kepada SDN Purworejo. Sedangkan Kepala Bagian Perbankan OJK Solo, Randi Pratama menyambut baik kegiatan literasi keuangan dari Permata Bank. “OJK menyambut dan senang melihat inisiatif kegiatan ini karena berkaitan dengan pendidikan, mengedukasi siswa siswi usia dini yang nanti diharapkan belajar, memahami produk keuangan sejak dini,” ujarnya.

Dia mengatakan siswa belajar untuk menabung dan bisa menjadi pribadi mandiri. Hal sama disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Pramudya Wicaksana. “Kegiatan ini selaras dengan tujuan BI, mengedukasi generasi muda, cinta dan bangga pada rupiah, bangga dan paham penggunaan rupiah serta cara menabung sejak dini.”

Permata Bank menghadirkan Permata Cerita sebagai upaya strategis mendukung implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51 Tahun 2017 tentang Keuangan Berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingku ngan (TJSL) Permata Bank untuk memperluas akses literasi keuangan sejak dini, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya dalam membangun ekonomi berkelanjutan. (Triantotus)

Komentar