Perempuan Ibarat Akar Pohon Walau Tak Tampak di Permukaan, Namun Terus Memberi Manfaat

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) Cabang Sukoharjo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perip Se-Wilayah Solo Raya di Aula Kodim 0726/Sukoharjo, Sabtu, 20 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi organisasi, sekaligus wadah untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang edukatif dan bermanfaat.

banner 300x250

Rapat koordinasi dihadiri Koordinator dan jajaran Pengurus Cabang Perip se-Wilayah Solo Raya. Hadir pula Ketua DPC Pepabri Kabupaten Sukoharjo, Mayor (Purn) Suharto, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang Sukoharjo, Shasha Reza Sahputra, Ketua GOW Kabupaten Sukoharjo, Hj Winnys Herlambang, SE, MPd, MM, perwakilan Bhayangkari Sukoharjo, Ketua PPAD, LVRI, PP Polri, Warakawuri, FKPPI, serta HIPAKAD.

Ketua Perip Cabang Sukoharjo, Endang Bashori, SE menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Dia juga mengajak perempuan untuk berdaya dan berkarya agar dapat menjadi penguat keluarga, penggerak organisasi, sekaligus pilar kemajuan masyarakat.

“Ada filosofi yang mengatakan perempuan ibarat akar pohon. Meskipun tak selalu tampak di permukaan, akar yang kuat akan menopang batang, ranting, daun, bahkan buah agar tetap tumbuh dan memberi manfaat” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pepabri Kabupaten Sukoharjo selaku Pembina, Mayor (Purn) Suharto, menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan kekompakan organisasi.

“Perip memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Saya berharap seluruh anggota tetap solid, saling mendukung, dan terus berkontribusi positif sesuai kapasitas masing-masing,” tuturnya.

Dukungan terhadap penguatan sinergi antarorganisasi perempuan juga disampaikan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVII Dim 0726/Sukoharjo, Shasha Reza Sahputra.

Dia berharap kegiatan koordinasi ini dapat menjadi wadah untuk bertukar informasi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan peran organisasi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sedangkan Koordinator Perip Se-Wilayah Solo Raya, Tatik S Endro Tanoyo, SE menegaskan pentingnya seluruh jajaran pengurus memahami serta menjalankan organisasi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perip.

Menurutnya, pemahaman terhadap aturan organisasi merupakan landasan utama dalam menjaga tertib administrasi, keseragaman pelaksanaan program, serta keberlangsungan organisasi yang sehat dan profesional.

“AD/ART merupakan pedoman dalam setiap langkah organisasi. Oleh karena itu, seluruh pengurus diharapkan dapat memahami, mematuhi, dan melaksanakan ketentuan yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab. Dengan berpegang pada aturan organisasi, kita dapat menjaga kekompakan, menghindari kesalahpahaman, serta mewujudkan tata kelola Perip yang tertib, solid, dan bermartabat,” tegasnya.

Dia juga mengajak seluruh pengurus cabang untuk terus meningkatkan koordinasi, menjaga komunikasi yang harmonis, serta saling mendukung dalam menjalankan program kerja demi kemajuan Perip di masing-masing wilayah.

Selain agenda rapat koordinasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Sukoharjo. Layanan kesehatan meliputi pemeriksaan dasar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta sebagai upaya deteksi dini dan peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti Seminar Pemberdayaan Perempuan yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sukoharjo.

Seminar ini memberikan wawasan mengenai pentingnya peningkatan kapasitas perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta peran perempuan dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di era modern.

Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya stand UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan. Keberadaan stand UMKM tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, khususnya perempuan, agar semakin berdaya secara ekonomi. (Mella Puritiara/*)

Editor: Suryono

Komentar