Produk Wafer dan Biskuit Asal Sukoharjo Tembus Pasar Jepang

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor perdana satu kontainer produk makanan ringan jenis wafer dan biskuit produksi PT Konimex ke Jepang. Pelepasan ekspor senilai USD 9 ribu atau setara Rp150 juta ini berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025 di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ekspor ini merupakan hasil tindak lanjut kegiatan promosi produk Indonesia melalui pameran dagang yang difasilitasi perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri.

banner 300x250

“Hari ini, kita melepas ekspor wafer dan biskuit produksi PT Konimex ke Jepang. Pada 2024, PT Konimex mendapatkan buyer dari pameran di Korea Selatan yang difasilitasi atase perdagangan RI. Dari pertemuan itu, PT Konimex bertemu buyer Jepang dan kemudian berhasil mengekspor produknya ke Jepang pada akhir tahun ini,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menegaskan, peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk pasar ekspor sudah semakin terbuka. Peluang ini diwujudkan melalui Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.

Program ini memberi kesempatan
kepada pelaku UMKM untuk mempresentasikan produk mereka ke 46 perwadag RI di 33 negara.

“Setelah presentasi, kami akan mencarikan buyer di masing-masing negara akreditasi. Selanjutnya, UMKM akan mengikuti business matching secara daring dengan buyer yang sudah berminat. Jika ada kendala bahasa, semuanya kami bantu fasilitasi,” ujar Mendag Busan.

Sepanjang Januari–November 2025, Kemendag telah memfasilitasi 1.132 UMKM dalam UMKM Bisa Ekspor. Transaksi yang dihasilkan telah mencapai USD 134,40 juta. Bahkan, sekitar 70 persen UMKM yang berpartisipasi belum pernah ekspor sebelumnya.

Portalika.com/Naharudin

Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan, capaian hari ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam berinovasi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Melalui pencapaian ini, kita berharap dapat terbukanya lebih banyak peluang ekspor lainnya, meluasnya pasar, dan meningkatnya devisa negara. Selain itu, keberhasilan ini juga turut berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengembangkan industri berbasis inovasi dan teknologi,” ujar Etik.

Sementara itu, Direktur PT Konimex Rachmadi Joesoef mengapresiasi Kemendag atas dukungannya dalam mendorong perluasan pasar ekspor perusahaan. Ia menegaskan, pencapaian ekspor perdana ke Jepang merupakan hasil kolaborasi yang terbangun sejak 2024 melalui berbagai fasilitasi promosi yang disediakan Kemendag dan perwadag RI di luar negeri.

“Berkat dukungan penuh dari Kemendag, kami dapat melepas ekspor perdana wafer dan biskuit kami ke Jepang. Setelah melalui proses diskusi yang intensif, akhirnya kami berhasil menembus pasar Jepang,” ujar Rachmadi.

Sebelumnya, PT Konimex juga berhasil menembus pasar Kanada pada Juni 2025. Capaian itu juga merupakan hasil dukungan dari Kemendag dan perwadag RI. Perluas Akses Pasar Ekspor Mendag Busan menyampaikan, kinerja ekspor Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Pada periode Januari–Oktober 2025, ekspor nasional meningkat 6,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk menjaga momentum tersebut, Kemendag berupaya memperluas akses pasar dengan berbagai negara.

“Salah satunya, melalui peningkatan jumlah dan kualitas perjanjian dagang yang kita miliki,” ujar Mendag Busan.

Saat ini, Indonesia mengimplementasikan 20 perjanjian dagang dengan berbagai mitra strategis. Selain itu, pada tahun ini, Indonesia telah menyelesaikan beberapa perjanjian terbaru, yaitu Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (FTA), serta Indonesia–Tunisia Preferential Trade Agreement (PTA).

“Tahun ini, kita juga telah menyelesaikan perjanjian dagang, salah satunya, yaitu Indonesia-EU CEPA yang membuat Indonesia kini memiliki perjanjian dagang dengan 27 negara Uni Eropa. Dengan perjanjian ini, banyak komoditas ekspor kita yang nantinya dapat masuk ke pasar Uni Eropa dengan tarif 0 persen. Hambatan tarif maupun nontarif juga bisa kita atasi,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan turut mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai perjanjian dagang. Menurutnya, perjanjian dagang yang ada membuka kesempatan besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan ekspor.

“Ibarat rumah, pintunya sudah kami buka. Tugas pelaku usaha adalah masuk, memanfaatkan peluang, dan memperluas pasar,” tandas Mendag Busan. (Naharudin)

Komentar