Rakernas IV IHGMA Di Solo Dibayangi Ancaman PHK Dan Pentupan Hotel

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) ke-IV di Kota Solo, Jawa Tengah. Namun Rakernas yang digelar di Hotel Sunan, Solo pada Sabtu-Senin, 26-28 April 2025 ini dibayangi ancaman PHK dan penutupan hotel.

“Kami juga tidak bisa menutup mata terhadap tantangan besar yang sedang dihadapi industri perhotelan di Indonesia. Setelah diberlakukannya aturan efisiensi anggaran perjalanan dinas pemerintah, banyak hotel mengalami penurunan okupansi yang signifikan,” ujar Ketua Umum IHGMA, I Gede Arya Pering Arimbawa saat konferensi pers di Hotel Sunan.

banner 300x250

Menurut dia kondisi hotel akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran mendalam. Terutama terhadap keberlangsungan operasional hotel-hotel, khususnya di daerah-daerah yang sangat bergantung pada kunjungan instansi pemerintah.

Baca juga: Fasade Hotel Tawangmangu Tawarkan Ngabuburit Dan Buka Puasa Di Tempat Sejuk

Ancaman nyata PHK dan penutupan hotel, papar dia, rentan terjadi bila kondisi ini terus berlanjut tanpa ada intervensi atau solusi strategis. Dikhawatirkan kondisi ini juga akan memicu gelombang PHK di sektor perhotelan serta potensi penutupan hotel yang tak mampu bertahan.

Dia menjelaskan situasi ini tentu akan berdampak langsung terhadap penghidupan ribuan karyawan hotel serta ekosistem pariwisata secara keseluruhan. Di antaranya mulai dari pemasok, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar yang menggantungkan harapan pada sektor ini.

”Besar harapan kami kepada Menteri Pariwisata agar dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Kami mengharapkan adanya kebijakan afirmatif dan solusi konkrit,” kata Gede Arya sambil menambahkan Rakernas ini mengusung tema Upgrade, Upscale dan Unstopable, Momentum Strategis untuk Meningkatkan Profesionalisme GM Hotel Seluruh Indonesia.

Pihaknya juga meminta beberapa kebijakan di antaranya termasuk kemungkinan insentif khusus bagi hotel yang terdampak aturan efisiensi, dukungan promosi pariwisata domestik untuk mengairahkan kembali okupansi hotel, program padat karya di sektor hospitality; kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, daerah dan stakeholder pariwisata untuk memastikan keberlanjutan industri.

Ketua Organizer Committee, Retno Wulandari (dua dari kanan) memberi keterangan saat konferensi pers di Hotel Sunan, Solo, Jateng. (Portalika.com/Iskandar)

Dengan mengusung tema Upgrade, Upscale, Unstopable, acara ini diharapkan akan menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan semangat seluruh general manager hotel di Indonesia dalam menghadapi tantangan industri perhotelan yang semakin dinamis.

Gede Arya mengatakan tema itu dipilih sebagai refleksi atas semangat IHGMA untuk terus tumbuh dan beradaptasi. Upgrade menggambarkan pentingnya peningkatan kapasitas diri dan profesionalisme, dan unstopable menandakan semangat tanpa henti untuk terus berinovasi dan melaju di tengah perubahan jaman.

Dia mengungkapkan IHGMA yang berdiri sejak tahun 2016 adalah organisasi profesi yang mewadahi para general manager hotel di Indonesia didirikan dengan tujuan meningkatkan profesionalisme dan kompetensi anggotanya. IHGMA aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan industri perhotelan dan pariwisata nasional.

“Kami sangat antusias menyambut kehadiran para general manager dari berbagai daerah di Indnesia. Rakernas ini merupakan momentum penting bagi kita semua untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan merumuskan langkah strategis guna memajukan industri perhotelan Tanah Air,” ujar dia.

Apalagi, tegas dia, di masa sekarang yang sangat menantang ini insan perhotelan secara global serta perang dagang antarnegara yang semakin mempersulit. Untuk itu persatuan, perubahan, dukungan baik internal maupun eksternal dalam hal ini dukungan pemerintah serta relaksasi untuk perhotelan adalah sangat diperlukan.

Masjid Zayed Dan Kampung Batik
Sementara itu Ketua Organizer Committee, Retno Wulandari mengatakan Rakernas IV IHGMA di Solo akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pengembangan pariwisata dan perhotelan di Indonesia melalui penguatan SDM, sinergitas, kolaborasi dan inovasi yang berbasis pada nilai nilai Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, dan bisa secara bersama melalui masa yang penuh tantangan.

“Kami percaya dengan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri, sektor perhotelan Indonesia akan mampu bertahan dan bahkan bangkit lebih kuat, sejalan dengan semangat Rakernas IV.”

Retno mengatakan acara Rakernas akan diisi dengan expo hospitality, menampilkan brand produk-produk pariwisata dan perhotelan.

Expo diikuti 21 brand
Pihaknya menargetkan Rakernas dihadiri 200 peserta dari 21 DPD se-Indonesia. Di antaranya Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Yogyakarta, Bali, NTB dan NTT, Sumatra Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara.

“Hari Senin 28 April acara dilanjutkan dengan city tour untuk memperkenalkan destinasi Kota Solo. Kita pilih destinasi Masjid Sheikh Zayed dan Kampung Batik Kauman,” tegas dia.

Pihaknya berharap banyak hal-hal strategis yang bisa dirumuskan. Dari Rakernas Solo diharapkan melahirkan sesuatu yang besar dengan Deklarasi Solo untuk menjadikan satu dorongan untuk bisa menjadi output dari Rakernas. (Iskandar)

Komentar