Respati Inisiasi Kirab Waisak Perdana, Cermin Toleransi Beragama Kota Solo

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Walikota Solo, Respati Ardi menginisiasi perayaan Waisak Bersama 2025 untuk kali pertama di Kota Solo dengan perhelatan kirab kerukunan dari Loji Gandrung hingga titik akhir di Balaikota Surakarta.

Hal ini menjadi cermin kerukunan dan toleransi umat beragama di Kota Bengawan. Kirab mengusung tema Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, Sabtu, 10 Mei 2025 malam.

banner 300x250

Umat Buddha bersama peserta kirab lain yang berasal dari FKUB, pemuda penggerak, forum anak serta komunitas lintas agama dan kepercayaan bersama-sama mengiringi Rupang Buddha yang ikut dikirab dan kemudian dimandikan dalam upacara Yu Fo (Puja Mandi Buddha).

Warga Solo antusias mengikuti rangkaian acara ini. Respati Ardi yang menginisiasi pelaksanaan kirab ini menunjukkan komitmennya untuk mendukung keberagaman dan keterbukaan kota dalam memfasilitasi semua bentuk perayaan keagamaan.

Dia mengaku kirab ini sudah melalui diskusi yang matang. “Sebelumnya kami terima audiensi di Loji, saya minta harus ada kirab. Ini yang pertama kali. Jadi ini kirab kerukunan, Kota Solo ramah untuk semuanya, tidak ada intoleran di Kota Solo. Ini acara untuk ikut merayakan Waisak di Kota Solo,” tandasnya.

Selain itu Respati juga menekankan dirinya sangat terbuka menerima umat beragama yang lain. “Loji dan Balaikota terbuka, ini berlaku bagi agama mana pun yang diakui oleh undang-undang,” ujar eks Ketum BPC Hipmi Surakarta itu.

Portalika.com/Ariyanto

Ketua Panitia Waisak 2025, Rama Mettasiri Sutrisno, menyampaikan kirab ini membawa misi menularkan semangat kebijaksanaan di berbagai lini kehidupan.

“Kebijaksanaan dasar keluhuran dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari organisasi dan dari negara. Akhirnya akan mempengaruhi negara itu sendiri,” tuturnya.

Rama Mettasiri menyebut, perayaan Waisak 2569 TB/2025 ini mendapat dukungan penuh Walikota Surakarta.

“Ini kirab yang pertama kali dilakukan di Kota Solo. Tadi Walikota menyampaikan pesan, jika tahu akan semeriah ini maka berharap tahun berikutnya kita akan dikasih tempat yang lebih baik lagi, dikemas lebih baik, Umat Buddha Solo nanti akan dikasih tempat dengan [upacara] mandi kembang di pelataran balaikota,” jelasnya senang.

Perayaan Waisak 2025 di Kota Solo juga dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial, pentas seni di halaman Balaikota Surakarta, Pindapatta dan donor darah, juga Dharmasanti di Candi Putih Vihara Dhamma Sundara, rangkaian kegiatan perayaan ini berlangsung dari 1 Mei hingga 1 Juni 2025. (Ariyanto/*)

Komentar