Portalika.com [SURAKARTA] – Ada hal unik yang selalu pada gelaran Mangkunegaran Run. Di tahun ini Mangkunegaran Run juga menghadirkan berbagai cheering point unik sebagai cara untuk menyemangati para peserta lari di rangkaian Adeging 269 Mangkunegaran ini.
Sebanyak 7.750 pelari dari seluruh Indonesia dan 22 negara, selain melewati tempat-tempat heritage sepanjang lintasan, para pelari merasakan energi budaya dari berbagai daerah yang membentuk Spirit Nusantara, dengan adanya 50 titik Tematik Nusantara yang terbagi menjadi 20 titik Mangkunegaran yang merepresentasikan identitas Legiun dan 30 Sponsor yang menyajikan semangat pop Nusantara dari berbagai daerah.
Mereka yang terlibat mulai dari siswa sekolah hingga seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS) beraksi dan memukau dengan tari-tarian dan musik tradisional, memberikan energi tambahan bagi para pelari yang melintas.
Ada tokoh wayang, Gatotkaca, Buto, Penari Lembu Sura, tokoh-tokoh kartun, wanita-wanita berkebaya, pria berbaju adat Jawa dan sejumlah tokoh-tokoh unik lainnya.
Pelajar dari SMA Muhamadiyah 2 Solo, beraksi dengan memainkan gamelan, lengkap dengan para sindennya, ada memberikan minuman serta buah semangka segar, kepada pelari dan tokoh wayang Gatotkaca dan Buto yang selalu memberikan semangat.
Kebahagiaan menjadi bagian dari Mangkunegaran Run 2026 dirasakan oleh Jody Al Atas yang mengenakan kostum tokoh wayang Gatotkaca, di persimpangan empat Jalan Yosodipuro, Mangkubumen, Solo, tak jauh dari sekolahnya.
Jodi bersama teman-teman sekolahnya sudah menyiapkan penyambutan para pelari sejak hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Dia dan temannya mengaku berdandan menggenakan kostum tokoh wayang Gatotkoco dan Buto mulai pukul 03.00 WIB dini hari.
“Kostum Gatotkaca ini saya pakai mulai pukul 3 pagi sampai sekarang. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Mangkunegaran Run, mantap luar biasa,” ungkkap Jodi bersemangat sambil menari memyemangati para pelari yang melewatinya, Minggu, 3 Mei 2026.
Hal yang sama juga dirasakan peserta lari 21 K, Moniq, yang sempat ikut menari Lembu Sura di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Manngkubumen.
“Setiap beberapa meter selalu ada cheering point menarik, aku sempat lari bareng sama tokoh kartun Toystory, Woody dan Jessy, karena Mangkunegaran Run menjadi ajang pesta kostum dari para pelari. Aku juga sempat ikut menari bersama Lembu Sura,” tutur Moniq usai menyelesaikan larinya di garis finish Ngarsopuro.
Pelari 21 K lainnya, Gigih Putra mengatakan banyak cheering point yang menarik dari warga, anak sekolah hingga mahasiswa, “Ada tarian, ada yang pakai topeng lucu lucu, berkostum gajah, berkostum wayang, ada yang bertopeng Spiderman tapi uniknya tangannya besar, tangan Hulk. Banyak cheering point yang menjadi penyemangat pelari saat menyusuri jalan Kota Solo,’ kata Gigih.
Peserta lari 5 K, Aryanto yang mengenakan yang topeng Spiderman tapi bertangan hijau Hulk, mengatakan, dirinya ingin tampil beda di Mangkunegaran Run 2026.
“Topeng Spiderman dan tangan hijaunya Hulk, ini pinjam mainan anak saya. Saya ingin tampil beda, Mangkunegaran Run 2026, ya biar menjadi pengalaman saya yang tak terlupakan,” ungkap dia.
Namun, mata pelari khususnya di bagian belakang rombongan seolah selalu bersiaga. Mereka menwaspadai rombongan kecil pelari yang memakai topeng kepala kuda. Jika mereka berhasil melintasi para pelari di barisan belakang maka sudah pasti bisa dipastikan mereka gagal menjadi finisher.
Para pelari berkepala kuda ini memang punya tugas khusus sebagai pacer. Pacer adalah pelari berpengalaman yang bertugas memandu kecepatan (pace) peserta lain agar konsisten mencapai garis finis dalam target waktu tertentu saat lomba lari. Pacer sering membawa penanda (balon/bendera) dan berfungsi menjaga stabilitas kecepatan, memberi motivasi, serta memandu strategi.
Mendekati finish di kawasan Ngarsopuro, para pelari langsung disambut oleh panitia yang mengenakan pakaian adat Jawa, dengan menaburkan bunga. Sedangkan dan penerimaan medali langsung dikalungkan oleh panitia yang juga mengenakan baju adat Jawa.
Setiap pelari tidak sekadar berlari, tetapi menelusuri jejak sejarah Kota Solo—dari kawasan olahraga legendaris hingga jantung budaya Mangkunegaran– Mangkunegaran Run 2026 tampil dengan rute baru yang sarat nilai historis. Garis start dipusatkan di Stadion Manahan – kawasan yang dahulu merupakan pusat olahraga berkuda Mangkunegaran — dengan garis finish di Triwindu, Ngarsopuro, tepat di depan Pintu Gapura Pura Mangkunegaran.
Untuk sertifikasi rute MN Run 2026 dilakukan World Athletics, oleh perwakilan resmi Badan Atletik Dunia, Kim Vivan, yang hadir ke Solo untuk memverifikasi jalur lari ini. Pencapaian ini memperkuat Mangkunegaran Run sebagai event lari yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memenuhi standar teknis internasional.
Hadir memberikan flag off di garis start pagi ini, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X menyampaikan: “Mangkunegaran Run kami hadirkan sebagai perayaan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini bukan sekadar event lari, tetapi pengalaman untuk merasakan energi Kota Solo dan budayanya secara langsung. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang terbuka untuk siapa saja.”
Mangkunegaran Run 2026 terselenggara atas dukungan Permata Bank sebagai mitra strategis, Katadata sebagai media partner resmi, dan Yayasan Daya Nusantara Cendekia (DNC). (Ariyanto)












Komentar