Manfaatkan Limbah Organik, Tim KKN UNS 292 Dan BPP Giriwoyo Sukses Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Untuk Masyarakat Kelurahan Giriwoyo

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Tim KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta periode Juli-Agustus 2024 dan tergabung dalam kelompok 292 sukses melaksanakan sosialisasi pelatihan pembuatan pupuk dari bahan organik yang diikuti oleh masyarakat se-Kelurahan Giriwoyo, Kelurahan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Kelompok KKN tersebut beranggotakan sepuluh orang yang diketuai, Mely Valentina (FKIP/Pendidikan Biologi) dengan anggota lainnya yakni, Nur Zalina (FKIP/Pendidikan Sosiologi Antropologi), Kenita Rizki Ayutama (FH/Ilmu Hukum), Dzaky Luqyana Fauzi (FH/Ilmu Hukum), Zulaikhati Rahma (FH/Ilmu Hukum).

banner 300x250

Kemudian juga Nur Rizky Adi Pamungkas (FSRD/DKV), Hanifah Esa Safira (FMIPA/Kimia), Muhammad Malik Ibrahim (FP/Ilmu Tanah), Sevia Eka Fadila (FP/Agroteknologi) dan Syarifa Anna Kournikova (FP/Ilmu Teknologi Pangan). Mereka dibimbing dosen pembimbing lapangan (DPL), Dr Hery Widijanto, SP, MP.

Baca juga: Tim KKN 281 UNS Kenalkan Teknik Pertanian Dasar kepada Siswa SDN 01 Ngancar, Wonogiri

KKN dilaksanakan mulai tanggal 9 Juli hingga 22 Agustus 2024. Sebanyak 11 program kerja yang dilaksanakan kelompok KKN UNS 292 meliputi 10 program kerja individu dan satu program kerja kelompok.

Portalika.com/Ist

Program kerja tersebut bekerja sama dengan tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pemateri terkait sosialisasi pelatihan dan pembuatan pupuk organik. Mayoritas penduduk di Kelurahan Giriwoyo bekerja sebagai petani sehingga sosialisasi ini sangat dibutuhan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia, mengingat penggunaan pupuk organik di Kelurahan Giriwoyo masih sangat minim.

Sosialisasi pelatihan dan pembuatan pupuk organik dilaksanakan pada Jumat, 2 Agustus 2024. Rangkaian kegiatan sosialisasi pelatihan pembuatan pupuk organik diawali dengan penyampaian materi oleh salah satu petugas dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Giriwoyo, Riris Widyowati, SP.

Selanjutnya, dilakukan pembuatan pupuk organik dengan berbahan utama daun kering dan limbah sayuran. Bahan pendamping yaitu EM4, glukosa dan air. Pembuatan pupuk diawali dengan mencampurkan EM4, glukosa dan air dengan perbandingan 1:1:50 ke dalam daun kering dan limbah sayuran yang sudah dicacah kecil.

Portalika.com/Ist

Selanjutnya, diaduk secara merata lalu masukkan ke dalam wadah (plastik) yang tertutup rapat untuk difermentasi selama kurang lebih 30 hari.

“Pupuk organik lebih aman digunakan dibandingkan dengan pupuk kimia karena mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian serta mengurangi pencemaran lingkungan sekitarnya,” ujar Riris selaku pemateri.

Masyarakat sangat terbantu dengan adanya sosialisasi pelatihan dan pembuatan pupuk organik ini serta sangat diharapkan kedepannya masyarakat lebih giat lagi dalam membuat pupuk organik. (Triantotus)

Komentar