Samurai: Pemanfaatan Inovasi Tanaman Serai Sebagai Anti-Nyamuk Dalam Pencegahan DBD

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Seorang mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika, Jurusan Biologi, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ririh Sekar Dewi, melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bercak, Kabupaten Boyolali.

Acara ini diadakan di Rumah Udi, RT 10, dan mengusung tema Samurai (Spray Antinyamuk Dari Tanaman Serai): Pemanfaatan Inovasi Tanaman Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Anti-Nyamuk dalam Pencegahan DBD.

banner 300x250

Kegiatan pada 1 Agustus 2024 ini bertujuan untuk memberikan solusi preventif dalam upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di masyarakat, khususnya di Desa Bercak, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Inovasi Peningkatkan Ketahanan Pangan: Pemanfaatan Serabut Jagung (Zea mays) Menjadi Teh Herbal Kaya Gizi Bersama Kelompok Petani Desa Bercak, Kabupaten Boyolali

Ririh memanfaatkan potensi tanaman serai, yang dikenal memiliki sifat anti-nyamuk, sebagai bahan utama dalam pembuatan produk inovatif yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Acara ini dihadiri warga sekitar yang antusias untuk mengetahui lebih lanjut tentang inovasi tersebut. Ririh memulai kegiatan dengan memberikan penyuluhan mengenai bahaya DBD dan pentingnya pencegahan.

Ia menjelaskan tanaman serai mengandung senyawa sitronela yang efektif dalam mengusir nyamuk, sehingga dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor utama penularan DBD.

Setelah sesi penyuluhan, Ririh melakukan demonstrasi pembuatan produk anti-nyamuk berbahan dasar serai. Proses ini melibatkan pembuatan minyak serai dan cara penggunaannya sebagai pengusir nyamuk alami.

Warga desa juga diberi kesempatan untuk mencoba sendiri cara membuat dan mengaplikasikan produk ini di rumah masing-masing.

Portalika.com/Ist

Respon warga sangat positif, mereka merasa senang mendapatkan pengetahuan baru yang langsung dapat diterapkan untuk melindungi keluarga dari bahaya DBD. Beberapa warga bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa diadakan secara rutin untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana warga bebas bertanya mengenai tanaman serai dan penggunaan lainnya. Ririh juga membagikan produk anti-nyamuk hasil olahan tanaman serai kepada warga sebagai contoh yang bisa digunakan di rumah.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Bercak dapat lebih waspada dan proaktif dalam melakukan pencegahan DBD. Inovasi yang diprakarsai oleh Ririh Sekar Dewi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan alam seperti tanaman serai bisa menjadi alternatif efektif dan ramah lingkungan dalam melindungi diri dari penyakit berbahaya. (*)

Penulis: Ririh Sekar Dewi
Editor: Suryono

Komentar