30 Barongsai Dan Beberapa Liong Siap Adu Tangkas Di Paragon Mall

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Sebanyak 30 Barongsai dan Liong siap adu ketangkasan di Paragon Mall, Solo, Jateng tanggal 20 Agustus 2024. Acara ini disemarakkan dengan atraksi beberapa Liong serta demontrasi musik rampak tambur melibatkan semua sasana yang bernaung di bawah Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Surakarta.

“Acara akan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB, rencananya dibuka Walikota Surakarta, Pak Teguh Prakoso dan dapat disaksikan secara gratis. Total hadiah lomba di Paragon Mall ini sekitar Rp10 juta,” ujar Ketua FOBI Surakarta, Henry Susanto didampingi Sekretaris FOBI Ws Adjie Chandra dan Pengurus Klenteng Pasar Gede, Cakra Wibawa saat konferensi pers di Lithang Tempat Ibadah Agama Khong Hu Cu, Tri Pusaka, Jagalan,  Solo, Jateng, Kamis, 16 Agustus 2024 sore.

banner 300x250

Menurut Henry ada tujuh sasana Barongsai di Kota Solo yang akan ikut kompetisi Liong dan Barongsai dalam rangka ikut memeriahkan ulang tahun ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Inilah Serangkaian Acara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkoenagoro X

Ketujuh sasana itu masing-masing:

  1. Sasana Tripusaka
  2. Sasana Macan Putih
  3. Sasana Tian En (Karunia Yang Maha Kuasa/KMK)
  4. Sasana Budi Dharma
  5. Sasana Luwes Group
  6. Sasana Singa Mutiara
  7. Sasana Samapta Polresta Surakarta

Dia mejelaskan kompetisi ini diadakan selain untuk ikut memeriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, juga untuk syukuran genap sewindu (8 tahun) eksistensi Pengkot FOBI Surakarta.

Sejumlah warga menyaksikan para pemusik Barongsai berlatih bersama di Halaman Lithang Tempat Ibadah Agama Khong Hu Cu, Tri Pusaka, Jagalan, Solo, Jateng, Kamis, 16 Agustus 2024 sore. (Portalika.com/Iskandar)

Sekaligus ini untuk memperkenalkan atau memasyarakatkan suasana lomba atau kejuaraan, yang digelar oleh FOBI tingkat provinsi maupun nasional yang biasanya hanya diikuti oleh Sasana Tripusaka. Tetapi tahun 2023 lalu dari tim Sasana Budi Dharma dan Samapta Polresta juga sudah ikut turun berlomba di ajang kejuaraan tingkat Provinsi Jawa tengah.

Bahkan pada Juni 2024 ketika FOBI pusat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan mengadakan kejuaraan Liong khusus untuk sasana yang bernaung di bawah Kepolisian/TNI, memeperebutkan Piala Menteri Pertahanan, Samapta Polresta berhasil merebut juara 2 katagori Liong Taolu atau action dan katagori Liong kecepatan.

Lebih lanjut Henry mengatakan Liong dan Barongsai sekarang sudah masuk menjadi olahraga yang dipertandingkan di tingkat KONI. Sehingga peraturan untuk kejuraan, mengacu pada peraturan yang telah disepakati serta menjadi acuan untuk para juri setiap bertugas saat pertandingan.

Namun untuk yang digelar di Paragon Mall kali ini tidak sepenuhnya menggunakan pedoman tersebut. Karena banyak sasana yang belum pernah ikut lomba dan acara ini tujuan utamanya hanya ingin memeriahkan agustusan saja walaupun juga ingin agar para pemain merasakan suasana lomba.

“Karena itu juri yang bertugas bukan dari juri FOBI, tetapi dipercayakan kepada pengurus Klenteng Pasar Gede, Cakra Wibawa; aktifis media Go Sauw Yung dan seorang perwakilan dari Solo Grand Mall,” tegas dia.

Ketua FOBI Surakarta, Henry Susanto (tengah) didampingi Sekretaris FOBI Ws Adjie Chandra (kanan) dan Pengurus Klenteng Pasar Gede, Cakra Wibawa saat konferensi pers di Lithang Tempat Ibadah Agama Khong Hu Cu, Tri Pusaka, Jagalan,  Solo, Jateng, Kamis, 16 Agustus 2024 sore. (Portalika.com/Iskandar)

Di bagian lain dia mengungkapkan Barongsai baru kali pertama dilombakan di PON Aceh mendatang. Karena saat PON sebelumnya di Jayapura beberapa waktu lalu, Barongsai dan Liong masih menjadi ekshibisi.

Sementara itu Sekretaris FOBI Surakarta, Ws Adjie Chandra mengatakan selama Barongsai Tri Pusaka berdiri tahun 1999, Solo biasanya hanya diwakili Barongsai miliknya.

“Sekarang kami ingin semua sasana bisa merasakan bagaimana ikut perlombaan, disoraki penonton, bagaimana mendapat piala dan sebagainya. Contoh tahun 2023 lalu Barongsai Budhi Dharma dan Samapta ikut dari 30 vihara yang disiapkan, hasilnya kami membawa pulang 19 piala dari 30 piala yang disediakan,” ujar dia.

Bukan Mutlak Milik Etnis Tionghoa
Menyinggung kompetisi di Paragon Mall dia menjelaskan bahwa event ini sifatnya hanya menghibur masyarakat. Tapi yang paling penting pemain barongsai punya semangat dan jiwa bertarung.

Karena sekarang setiap tahun pasti ada lomba. Terkait itu Kota Solo segera memelopori lomba antarsasana ini. Dia mengungkapkan sekarang Barongsai bukan mutlak milik etnis Tionghoa.

“Pemain saya sekitar 70 pemain, sebanyak 90 persen di antaranya dari etnis Jawa dan berprestasi. Agamanya juga tidak harus Konghucu atau Budha, karena yang Islam dan Kristen juga banyak,” papar dia.

Kecuali kalau yang untuk ritual, memang tidak boleh main-main harus mengikuti aturan agama. Tapi sekarang Barongsai sudah menjadi suatu olahraga dan yang menyenangkan.

Bahkan Barongsai sudah masuk ke ranah entertainmen, sehingga kalau Imlek, Barongsai pasti laku. Karena permintaan banyak sementara grup Barongsai di Solo hanya beberapa saja. (Iskandar)

Komentar