Portalika.com [WONOGIRI] – Semangat untuk mengembalikan kejayaan “emas hijau” kembali tumbuh di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Tanaman Cengkeh, Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jatipurno dan Kelompok Tani (Poktan) Gayuh Utomo Desa Kembang menggelar kegiatan terpadu, Selasa lalu.
Kegiatan yang turut melibatkan Petugas POPT Kecamatan Jatipurno, Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali produktivitas cengkeh di wilayah setempat.
“Melalui Gerdal, kami ingin petani memahami teknik pengendalian penyakit yang tepat dan menerapkannya secara rutin agar hasil panen meningkat,” ujar Herry Subeno, Penyuluh Pertanian BPP Jatipurno, saat memberikan pendampingan kepada para petani.
Selain menerima materi penyuluhan, para petani juga langsung melakukan praktik lapangan, di antaranya pembuatan lubang parit berjarak satu meter dari tajuk tanaman untuk diberikan pupuk organik padat, bioinsektisida, dan pupuk organik cair (POC).
Langkah ini terbukti efektif dalam memperbaiki kesuburan tanah sekaligus menekan penyebaran penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) yang disebabkan oleh Pseudomonas syzygii.
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah, petani juga menerima bantuan stimulan sarana produksi pertanian, meliputi bioinsektisida, pupuk organik cair, dan pupuk organik padat.
Bantuan ini tidak hanya meringankan beban petani, tetapi juga menjadi pemicu semangat baru untuk meningkatkan kualitas perawatan tanaman.
Kondisi tanaman cengkeh di Jatipurno selama beberapa tahun terakhir memang mengalami penurunan dari sisi luasan maupun produktivitas. Faktor usia tanaman yang sudah tua dan serangan penyakit menjadi penyebab utama.
Melalui Gerdal, petani kini memperoleh pendampingan intensif untuk mengubah cara pandang dan meningkatkan keterampilan dalam perawatan tanaman cengkeh secara berkelanjutan.
“Gerakan ini bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi awal dari kebangkitan cengkeh Jatipurno. Kami ingin menjadikan wilayah ini kembali produktif seperti masa kejayaannya dulu,” tutur Suwarno Kepala Desa Kembang.
Dengan keterlibatan aktif lintas pihak-mulai dari penyuluh, dinas pertanian, hingga kelompok tani – kegiatan Gerdal ini menjadi simbol sinergi dan kebangkitan pertanian lokal Wonogiri. Harapannya, langkah kecil di Jatipurno ini mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk terus menumbuhkan harapan dan menjaga keberlanjutan komoditas unggulan Indonesia. (Tarmin)












Komentar