Singkirkan Ratusan Pesaingnya, Arga Wakili Solo Jadi Paskibra Jateng

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Salah seorang siswa SMA Regina Pacis (Ursulin) Surakarta, Jateng bernama Argananta Pramudya Chandra Putra terpilih mewakili Kota Surakarta menjadi personel Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Jateng.

Arga lolos seleksi tingkat Kota Surakarta dengan nilai tertinggi setelah menyingkirkan ratusan peserta lainnya.

banner 300x250

Menurut Arga dirinya lolos ke tingkat Jateng ditemani satu wakil perempuan dari SMAN 1 Solo bernama Syahda. “Sebelum mengikuti saleksi provinsi saya ikut seleksi Paskibra tingkat Kota Solo yang jumlah pesertanya sekitar 600 orang dari berbagai SLTA di Solo,” ujar Arga kepada awak media ketika ditemui di sekolahnya, Jumat 23 Mei 2025.

Laki-laki kelahiran Surakarta 24 November 2008 ini menjelaskan penilaian seleksi antara lain meliputi aspek jasmani, intelegensia, aspek kepribadian dan sebagainya. Untuk aspek intelegensia dia harus mengerjakan beberapa soal seperti pengenalan Pacasila dan juga intelegensia umum.

Setelah itu ada seleksi kesehatan meliputi soal postur tubuh, mata apakah ada minus atau plus, pemeriksaan kaki juga untuk mendeteksi apakah ada kaki berbentuk X atau O, atau mungkin ada flat foot. Tinggi dan berat badan tensi darah, varises juga menjadi materi seleksi dan jika didapati peserta langsung gugur.

Untuk materi tes samapta berupa sit up, push up, back up, lari 12 menit dan sebagainya. “Setelah itu saya megikuti PBB [peraturana baris berbaris] dan terakhir ada tes kepribadian dan minat-bakat serta wawancara. Itu semua di Kota Solo,” papar putra pasangan Resdian Candra Purnomo dan Marlena Setyawati ini.

Saingan Ketat Dari 35 Kabupaten/Kota

Sedangkan untuk tes di tingkat Provinsi Jateng materi tes dianggap hampir sama tapi dengan bobot lebih sulit. Saingan di sini dinilai lebih ketat karena peserta pilihan dari 29 kabupaten dan 6 kota di Jateng. Di sini tiap kabupaten/kota ini diwakili satu laki-laki dan satu perempuan.

Argananta Pramudya Chandra Putra memberi keterangan kepada awak media ketika ditemui di sekolahnya SMA Regina Pacis (Ursulin) Surakarta, Jateng, Jumat, 23 Mei 2025. (Portalika.com/Iskandar)

Pada seleksi ini dia juga sempat membawakan tari Wirataya yaitu salah satu tari tradisional khas Surakarta. Dia tertarik membawakan tari itu karena gerakan tari ini dinilai tegas seperti Paskibra.

Menyinggung soal persiapan seleksi Paskibra dia butuh waktu tiga bulan lebih. Rinciannya untuk persiapan seleksi tingkat Kota Solo selama dua sampai tiga bulan, dimulai sejak akhir tahun 2024 dan persiapan seleksi provinsi dua pekan.

“Persiapannya antara lain lari atau fisik dan juga intelegensia. Sehingga saya mempelajari Bahasa Inggris dan berlatih menari.

Keberhasilan Arga menjadi Paskibra wakil Surakarta setidaknya juga membanggakan sekolah dan orang tuanya. Apalagi dia juga mempunyai sederet prestasi membanggakan lainnya.

Di antaranya juara 1 Nasional Digital Poster Kemendikbudristek dan Kidshackethon tahun 2023, juara 1 Nasional Digital Poster Kemendikbudristek dan Kidshackethon tahun 2023, foto model untuk Jassolo dan produk setelan jas Dearga, ketua Paskib Sekolah SMA Regina Pacis Surakarta tahun 2024/2025 dan sebagainya.

Prestasi Luar Biasa

Sementara itu Kepala SMA Regina Pacis (Ursulin) Solo, Jateng, MM Wahyu Utami mengaku bangga dengan prestasi Arga yang bisa menembus Paskibra Provinsi Jateng. Karena siswa di sekolahnya baru pertama ini, biasanya hanya tembus tingkat kota.

“Ini prestasi luar biasa semoga bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas Arga. Di sekolah kami memang juga ada komunitas Paskibra sekolah. Seleksi dilakukan sejak anak-anak masuk kelas I,” papar dia.

Langkah Arga mengikuti seleksi Pakibra dinilai tak mengganggu kegiatan belajar mengajarnya. Sebab meski Arga seleksi meninggalkan sekolah, maka ketika selesai seleksi dia bertanggung jawab mengikuti susulan untuk penilaian akhir semester.

“Kegiatan belajarnya tidak terganggu. Kami yang fleksibel, karena kesempatan ini hanya sekali. Kalau evaluasi, tes, pembelajaran masih ada susulan. Jadi prioritasnya memang di seleksi,” tegas Wahyu. (Iskandar)

Komentar