
Portalika.com [Wonogiri] – Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 26 Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun 2024 yang dilaksanakan di Desa Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mahasiswa mulai terjun ke desa sejak Senin, 22 Juli 2024. Mereka akan melakukan berbagai program kerja serta terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan yang ada di Desa Mangunharjo. Kegiatan ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Haryo Kusumo Aji., S.I.Kom., M.I.Kom.

Naomi Kinanthi Tyaswening, peserta KKN PPM Unisri Kelompok 26 dari program studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, melaksanakan program kerja dengan mengusung tema “Sosialisasi Pernikahan Dini Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2019 sebagai Upaya Pencegahan Stunting” yang menuju ke objek SMPN 3 Satu Atap Jatipurno dan dilaksanakan pada Kamis (1/8/2024).
“Target kegiatan ini didasarkan pada peserta didik kelas 3 di SMPN 3 Satu Atap Jatipurno, yang berjumlah 60 siswa dan bertujuan agar siswa-siswi dapat mengetahui faktor dan dampak dari pernikahan dini serta sebagai upaya pencegahan risiko kasus stunting karena tingginya angka stunting di daerah Wonogiri,” ujar Naomi.
Selain itu, guna meningkatkan pengetahuan para siswa akan bahaya pernikahan dini, apa itu pernikahan dini, dan juga apa itu stunting, KKN-PPM Kelompok 26 memberikan bingkisan yang berisi makanan kepada seluruh peserta didik yang hadir dan hadiah berupa uang saku kepada peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan.
“Hal-hal yang disampaikan pada kegiatan ini dimulai dari pengertian pernikahan dini, dampak pernikahan dini, batas umur menikah, faktor penyebab pernikahan dini, bahkan hubungan dari pernikahan dini dengan stunting, yang mempunyai tujuan agar para siswa dapat berpikir lebih kritis akan pernikahan dini dan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting karena angka kasus stunting di Wonogiri cukup tinggi, khususnya di daerah Mangunharjo, Jatipurno,” tambahnya.
Kepala sekolah SMPN 3 Satu Atap Jatipurno menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unisri 26 yang telah menyalurkan ilmu serta praktik lapangan sehingga siswa-siswi paham apa yang telah disampaikan.
“Memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya pernikahan dini dan manfaatnya untuk masa depan, memotivasi siswa untuk mau melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dan terhindar dari masalah kesehatan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi bagi siswa-siswi kelas 3 SMPN 3 Satu Atap Jatipurno tentunya mempunyai fungsi untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan dan mengurangi risiko stunting melalui pencegahan pernikahan dini.(*)










Komentar