SV UNS Gandeng LPS, AAUI Dan PT Taspen Selenggarakan Kuliah Umum. Buat Mitigasi Agar Risiko Tidak Muncul

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan PT Taspen menyelenggarakan kuliah umum bertempat di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS, Rabu (6/9/2023).

Penyelenggaraan kuliah umum diinisiasi Program Studi (Prodi) D3 Keuangan dan Perbankan SV UNS dengan mengangkat tema Peran Lembaga Keuangan dalam Perlindungan dan Pengelolaan Risiko.

banner 336x280

Sebanyak 300 mahasiswa dari Prodi D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Manajemen Bisnis, dan D3 Perpajakan mengikuti kuliah umum ini. Dekan SV UNS, Drs Santoso Tri Hananto, MAcc, AK dalam sambutannya menyampaikan bahwa penting mengetahui pengelolaan risiko karena seluruh aktifitas mengandung risiko. Perlu membuat mitigasi agar risiko tidak muncul menjadi bencana yang merugikan.

Baca juga: 2 Mahasiswa SV UNS Raih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional

“Potensi risiko biarlah ada di sekitar kita, tetapi kita tidak terkena bencana. Narasumber hari ini akan menyampaikan sudut pandang dari bidang masing-masing, sehingga dari kalangan dosen maupun mahasiswa dapat memahami risiko khususnya di bidang keuangan agar tidak seperti yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini di televisi, media massa maupun media sosial terkait dengan pinjaman online, investasi bodong dan masih banyak yang bisa kita hindari apabila kita mengetahui bagaimana cara mitigasi terhadap risiko,” tutur Santoso.

Portalika.com/Ist

Sedangkan Plt Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS, Prof Irwan Trinugroho, SE, MSc, PhD, menyampaikan UNS merupakan satu-satunya kampus yang sudah mempunyai MoU dengan LPS sejak tahun 2012 serta banyak riset dari UNS di website LPS.

Irwan mengucapkan terima kasih kepada SV UNS yang sudah menyelenggarakan kuliah umum. Irwan berharap mahasiswa mendapatkan wawasan dan pengetahuan dari pengalaman para praktisi mengenai industri jasa keuangan.

“Di era digital saat ini, banyak yang menggunakan produk keuangan tetapi belum teredukasi dan berliterasi terlebih dahulu namun sudah mencobanya sehingga terkena penipuan dan jebakan pinjaman online. Hal ini menjadi tugas kita bersama, tidak hanya tugas dari teman-teman industri tapi juga tugas dari pemangku kepentingan termasuk perguruan tinggi untuk melakukan edukasi mengenai sektor jasa keuangan,” terang Prof Irwan.

Dia menambahkan, transformasi digital di sektor keuangan harus mempunyai pengaruh positif yang jauh lebih besar dan dampak negatifnya bisa dimitigasi jangan sampai terjadi kesenjangan nilai kualitas yang ada di masyarakat.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Angling Khrisna Adhi, SE yang merupakan Ketua AAUI Cabang Surakarta, Kepala Kantor Solo MNC Asuransi Indonesia menjadi narasumber pertama, Anne Roosfianti sebagai narasumber kedua yang merupakan Branch Manager PT Taspen Surakarta, kemudian narasumber ketiga yaitu Imam Budhi Susanto, ERMCP, QRMO yang merupakan Enterprise Risk Management Development Division Head LPS dengan dipandu oleh moderator Rosita Mei Damayanti, SE, MRech.

Secara keseluruhan, kuliah umum ini menjelaskan tentang pengelolaan risiko tentang pengenalan industri asuransi umum sebagai perlindungan dan pengelolaan manajemen risiko, produk dan layanan Taspen.

Salah satu narasumber yaitu Angling Khrisna Adhi, menyampaikan mengenai pengelolaan risiko. “Banyak lembaga keuangan seperti lembaga pembiayaan, misal bank, leasing dan juga finance ketika memberikan kredit perlu analisis untuk mengelola risikonya. Sama halnya masyarakat juga perlu mengetahui risiko yang akan dihadapi ketika mengajukan asuransi, kredit atau berinvestasi dengan cara belajar dan literasi mengenai lembaga keuangan tersebut terlebih dahulu,” ujar Khrisna. (Triantos)

Komentar