Portalika.com [SUKOHARJO] – Pengurus Daerah (PD) Salimah Sukoharjo menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) di Rumah Makan Soto Mbah Harto yang dihadiri 40 orang. Agenda utama Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) PD Salimah Sukoharjo Periode 2023–2025 dan Pelantikan Ketua PD Salimah Sukoharjo Periode 2025–2030, Minggu, 30 November 2025.
Arin Rahmawati selaku panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih kepada tamu undangan, donatur, dan mitra strategis seperti Kossuma Cita, LAZ Sukoharjo, LAZ Jateng, serta RM Soto Mbah Harto yang terus mendukung program-program Salimah.
“Saya sampaikan bahwa Musda adalah sarana evaluasi, sinergi, dan semangat baru agar ke depan Salimah semakin baik dan semakin bermanfaat,” paparnya.
Mewakili Ketua PW Salimah Jawa Tengah, Ani Saraswati menyampaikan apresiasi atas capaian PD Salimah Sukoharjo, dengan program-program yang dijalankan PD Sukoharjo menunjukkan kerja dakwah yang luar biasa.
“Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran, dan keberkahan dalam amanah berikutnya,” tuturnya.
Salah satu panitia, Weni Kurniawati membacakan tata tertib sidang dan mengantarkan pemilihan ketua sidang tetap. Sidang Musda dipimpin Titik Haryanti yang dimulai dengan penyampaian LPj PD Salimah Sukoharjo Periode 2023–2025.
LPj kemudian ditanggapi oleh peserta Musda dan dinyatakan diterima secara penuh. Setelah penerimaan LPj, ketua dan seluruh pengurus PD Salimah Sukoharjo Periode 2023–2025 resmi dinyatakan demisioner.

Ketua Dewan Pertimbangan Salimah Daerah (DPSD), Ardyasih menyampaikan surat rekomendasi Ketua PD Salimah Sukoharjo Periode 2025–2030 kepada ketua sidang tetap, selanjutnya Ketua sidang tetap, membacakan surat rekomendasi DPSD Sukoharjo yang akhirnya menetapkan Titik Haryanti sebagai ketua baru periode 2025-2030.
Ketua baru PD Salimah Sukoharjo saat itu juga dilantik oleh PW Salimah Jateng. Ketua PD Salimah Sukoharjo terpilih, Titik Haryanti menyampaikan ucapan terima kasih yang telah memberi kepercayaan sebagai ketua.
“Amanah ini bukan untuk dibanggakan, melainkan ini amanah untuk dipertanggungjawabkan kedepannya. Saya berdiri di sini bukan sebagai yang paling hebat, tapi sebagai seseorang yang ingin tumbuh bersama Salimah. Saya tidak bisa bekerja sendirian. Saya membutuhkan kebersamaan panjenengan semua,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PW Salimah Jateng, Iis Nuryati mengingatkan bahwa amanah organisasi adalah bagian dari ibadah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Tiga kunci organisasi yang ditekankan PW adalah pengurus yang kokoh secara ruhiyah, kerjasama dalam amal, bukan sekadar sama-sama kerja dan organisasi yang solid dan kompak.
“Teruslah bekerja, berkarya, dan berjuang. Istirahatnya seorang muslim adalah ketika kakinya telah menginjak lantai surga,” tandasnya (Begug SW/*)
Editor: Triantotus












Komentar