Udara di Kota Trenggalek Segar, Tidak Berbahaya Bagi Paru

Pemkab Trenggalek Gandeng Perusahaan Korea, Wujudkan Visi Net Zero Karbon

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR] – Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggandeng perusahaan asal Korea Green Blue Corporation guna penelitian udara, untuk suatu visi yaitu net zero karbon.

Green Blue Corporation melakukan pengukuran partikel udara mulai dari Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Alun-alun hingga Hutan Kota.

banner 300x250

Berdasarkan hasil perhitungan Partikulat Meter yang dibawanya, partikel udara di Trenggalek diantara 12 hingga 19. Angka ini sangat jauh dari ambang batas partikel berbahaya bagi paru yang angkanya 40.

Angka ini menunjukkan ekosistem di tengah Kota Trenggalek cukup baik bagi kesehatan masyarakatnya.

Melalui candaannya Bupati Trenggalek mengajak para tamunya untuk tinggal di Trenggalek dan kerjaan mereka tetap disana.

“Tinggal di sini saja, kerjanya tetap di sana. Karena udara di sini masih segar,” kata Mas Ipin disambut kelakar para tamunya.

Kedatangan Green Blue Corporation sendiri ke Trenggalek dalam rangka untuk membantu Kabupaten Trenggalek untuk melakukan pemetaan. Salah satunya untuk mewujudkan visi pemerintah net zero karbon dan juga ifrastruktur tahan bencana.

“Jadi hari ini kita kedatangan tamu dari Green Blue Corporation. Perusahaan spesialis dibidang GIS. Kita sebelumnya mengirimkan letter of intens kepeminatan untuk Green Blue kita mintai bantuan untuk melakukan mapping. Basemap Topografi Kabupaten Trenggalek yang datanya kami gunakan untuk membangun infrastruktur tahan bencana,” tutur Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek saat menemani tamunya, Senin, 16 Juni 2025.

Portalika.com/Rudi Sukamto

Selain itu data ini nantinya juga diperuntukkan percantikan kota dan juga sektoral lain salah satunya mengukur emisi karbon yang  dilepas. Turut hadir dalam kunjungan perusahaan asal Korea Selatan itu, Arsitektur Landscape asal Malang, Qintharra Yassifa dan tim yang digandeng Bupati Trenggalek untuk merencanakan tata kota daerahnya.

Dalam kegiatan ini Mas Ipin menambahkan “mereka juga membawa mesin, namanya Partikulat Meter alat untuk mengukur konsentrasi partikel materi (PM) di udara. Mengukur ambang batas partikel-partikel berbahaya yang berbahaya bagi paru-paru. Standartnya 40, tapi diukur di Trenggalek sekitar angka 12, 15 dan 19. Jadi relatif aman,” sambungnya.

Perwakilan Green Blue Corporation, Kim Jung Uk saat berkunjung ke Trenggalek, merasa senang. Menurutnya Trenggalek  kota yang menyenangkan. Dirinya mengajak orang lain untuk berkunjung ke Trenggalek, karena kota ini dianggap sangat natural. (Rudi Sukamto)

Komentar