Unisri Siap Buka Fakultas Teknik, Bisnis Digital, S2 Kenotariatan Dan S2 Manajemen Pendidikan

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Guna mengikuti perkembangan zaman, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Jateng tahun depan berencana membuka program studi (Progdi) baru. Prodi yang akan dibuka yaitu Bisnis Digital, Fakultas Teknik, S2 Kenotariatan dan S2 Manajemen Pendidikan (FKIP). Diharapkan sejumlah Prodi baru itu bisa menerima mahasiswa baru tahun 2025.

Rektor Unisri Prof Dr Sutoyo, MPd mengatakan saat ini Unisri mempunyai enam fakultas, 14 Prodi S1, ada satu program profesi yaitu Program Profesi Guru (PPG) dan tiga program studi S2.

banner 300x250

Sedangkan Prodi yang akan dibuka tahun depan yaitu Prodi Binis Digital di bawah Fakultas Ekonomi, sehingga namanya diubah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Baca juga: Pengin Gayeng, Dies Natalis Unisri Nanggap Artis Gilga Sahid

“Saat ini prodinya ada Manajemen dan Akuntansi, nanti ditambah Bisnis Digital. Nanti juga akan ditambah Fakultas Teknik Informatika, Teknik Data Sains dan kemungkinan nanti Fakultas Teknologi Industri Pangan kita masukkan ke Fakultas Teknik. Sedangkan program S2 ada Manajemen Pendidikan [FKIP] dan S2 Terapan Kenotariatan,” ujar dia didampingi didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Dr Joko Pramono, SSos, MSi serta Kepala UPT Humas Unisri, Fransiska Yona Ervina dan Kepala UPT Kerja Sama Unisri, Andri Astuti Itasari saat gathering dengan awak media di Solo’s Bistro Restaurant, Kemlayan, Solo, Senin 24 Juni 2024.

Guna merealisasi rencana tersebut pihaknya mengaku telah menyelesaikan studi kelayakan dan telah disetujui pihak senat Unisri. Langkah selanjutnya tinggal diajukan ke yayasan dan jika disetujui segera diproses.

Terkait Prodi baru itu pihaknya menargetkan tahun akademik 2025/2026 sudah bisa menerima mahasiswa baru. Prodi ini dibuka karena dinilai marketable yang bisa menjawab tantangan zaman dan yang bisa menjawab penyediaan tenaga kerja.

“Karena hasil studi kelayakan masih sedikit S2 Kenotariatan, kalau di Solo hanya ada di UNS. Sedangkan PTS belum ada, kalau di Jateng ada di Unisula [Universitas Sultan Agung, Semarang]. Padahal peminatnya banyak karena itu Unisri berusaha membuka S2 Terapan Kenotariatan,” tegas Sutoyo.

Sejumlah mahasiswa Unisri, Solo, Jateng yang lulus mengikuti wisuda sarjana di Hotel Sunan kawasan Kerten, Laweyan, Solo, belum lama ini. (Portalika.com/Iskandar)

Menyinggung kesiapan Unisri menyambut calon mahasiswa baru pihaknya menyatakan sudah siap. Bahkan persiapan dilakukan sejak awal Januari.

Persoalannya saat ini sudah menjadi kebiasaan bahwa masyarakat masih mempercayakan pada perguruan tinggi negeri (PTN).

Meskipun sebenarnya, kata dia, PTN maupun perguruan tinggi swasta (PTS) itu sama, yang perlu dipertimbangkan adalah akreditasi. Sedangkan akreditasi negeri dan swasta itu sebenarnya standarnya sama.

Namun diakui memang kultur masyarakat Indonesia masih memilih PTN. Baru nanti yang tidak yakin diterima di negeri masuk ke swasta.

Terima 2.000 Mahasiswa Baru
Lebih lanjut dia menjelaskan mulai sekarang setelah pengumuman tes tertulis, setiap hari sudah banyak yang masuk. Bahkan sekarang sudah hampir 1.500-an calon mahasiswa baru mendaftar.

Portalika.com/Iskandar

Dari target 3.000 pendaftar yang diterima nanti 2.000 mahasiswa. Sekarang ini masih ada waktu sampai akhir 31 Agustus 2024.

Karena itu seluruh sumber daya yang ada disiapkan termasuk fasilitas disiapkan untuk menyambut mahasiswa baru.

“Mudah-mudahan target kita nanti bisa terpenuhi. Sekarang ini sesama PTS masih khawatir, tapi saya optimistis target 2.000 mahasiwa baru tercapai. Setidaknya istiqomah di 1.700-an,” tegas Sutoyo.

Di bagian lain dia tidak memungkiri parkir kendaraan saat ini ada masalah, karena lahan yang ada tidak bisa menampung. Salah satu upaya untuk mengatasi parkir solusinya nanti diberi tempat di kampus 2.

Nanti juga ada fakultas yang dipindah ke sana terutama fakultas baru, kemudian FKIP dan Fisip sehingga diharapkan bisa mengurai persoalan parkir.

“Sebetulnya sudah pernah mau dirancang parkir di lantai III di tempat parkir lama seperti parkir di Terminal Bus Tirtonadi, tapi terkait soal perizinan. Karena dekatnya dibangun, maka harus digeser ke selatan lagi sehingga tertunda,” katanya.

Mudah-mudahan, papar Sutoyo, pembangunan kampus baru cepat selesai sehingga bisa mengatasi persoalan parkir. Dulu kampus baru ditarget selesai satu tahun yaitu bulan Oktober atau Desember, tapi hal itu dinilai tidak mungkin terealisasi sehingga ditarget selesai multy years sampai dua tahun yaitu tahun 2025. (Iskandar)

Komentar