Portalika.com [SOLO] – Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Jateng kini mempunyai konsep baru dalam menyelenggarakan pendidikan dari awal sampai akhir. Universitas yang berlokasi di dekat Simpang Joglo, Banjarsari tersebut siap mencetak sarjana dalam kurun waktu empat tahun.
“Konsepnya adalah kuliah di Unisri empat tahun dijamin pasti selesai. Ini bukan PHP [pemberi harapan palsu]. Ini beneran saya serius karena realitasnya selama ini di Unisri masih banyak yang lulus kuliah di atas empat tahun,” tegas Rektor Unisri, Prof Dr Sutoyo ketika menggelar buka puasa bersama awak media di Hotel Loji, Solo belum lama ini.
Terkait masih banyaknya mahasiswa yang kuliah lebih dari empat tahun tersebut pihaknya ingin membuat gebrakan baru agar para mahasiswa harus bisa menyelesaikan studinya selama empat tahun. Bahkan dia menilai akan lebih baik jika studi dirampungkan kurang dari empat tahun.
Baca juga: Rektor Unisri Ajak Dosen Muda Getol Penelitian
Guna merealisasi program tersebut pihaknya menyiapkan sumber daya manusia (SDM), kurikulum dan sebagainya, supaya ada template yang jelas. Menurut dia lama masa kuliah sering kali terjadi pada pengerjaan skripsi atau tungas akhir.
Untuk mengantisipasi hambatan perkuliahan dia berharap pada awal semester tujuh mahasiswa sudah mengajukan judul, menginventarisasi persoalan, menyiapkan pembimbingnya, menentukan kapan harus seminar proposal dan sebagainya.
Di bagian lain pihaknya akan menginstruksikan para dosen pembimbingnya harus aktif. “Kalau dosen pembimbing mempesulit atau sulit ditemui, merka akan saya balik. Saya akan tagih janjinya ketika mereka tes dosen dulu seperti apa,” kata dia.
Hal lain yang tak kalah petingnya adalah adanya kerja sama aturan yang dibuat universitas, implementasi di fakultas dan program studi (prodi) menggerakkan dosen. Jika sinergi itu terakomodasi dengan baik dia optimistis mahasiswa bisa merampungkan studi empat tahun.
Sutoyo berpendapat jika digarap serius menyusun skripsi bisa dirampungkan dalam enam bulan. Sehingga kalau di semester tujuh dimulai sambil kuliah keja nyata (KKN) dan menyiapkan judul-judul maka sripsi akan selesai pada waktunya.
“Kalau lancar Bulan April mahasiswa bisa ikut wisuda. Kalau pun meleset maka Oktober bisa wisuda sehingga genap empat tahun,” katanya.
Lalu bagaimana mereka yang studinya tidak selesai empat tahun? Menurut dia persoalan terletak pada mahasiswa. Karena dari sisi pelayanan Sutoyo mengklaim telah mennyiapkan dengan baik, sehingga program menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun bisa dicapai.
“Ini lho jalurnya telah disiapkan jangan retang-reting [kerap berhenti]. Cukup jalan lurus saja, lampu yang sudah ada saja dinyalakan lebih terang. Karena kalau retang-reting terus berhenti maka tidak akan selsesai,” ujar dia.
Dia berharap program ini akan mampu menarik minat mahasiswa untuk kuliah di Unisri. Dengan demikian pihaknya akan semakin mendapat banyak mahasiswa karena ada kepastian.
Soal Keuangan Bisa Dibicarakan
Masa studi selesai empat tahun akan berhasil jika ada komitmen antara lembaga dan mahasiswa harus sama-sama kuat. Karena itu pada tahun ajaran baru pihaknya akan mengundang orang tua siswa untuk diberi penjelasan sehingga bisa mengawal putra mereka.
Kalau ada mahasiswa yang masih belum selesai hingga semester 13 pihaknya akan menanyai persoalannya. Pihaknya siap mencarikan solusi, “Saya pengin mereka yang kuliah di Unisri harus selesai. Jangan sampai kuliah tapi tidak selesai, kalau persoalannya di keuangan bisa kita bicarakan,” tegas dia.
Di sisi lain Sutoyo berharap kampus baru yang dibangun di Jl Sumpah Pemuda Solo yang mempunyai tujuh lantai plus basement selesai dibangunan tahun 2025 ini. Dengan demikian bisa untuk perkuliahan.
Terkait pembukaan prodi baru dianggap menjadi komitmen universitas. Saat ini fakultas di Unisri dinilai masih tradisional seperti, Fakultas Hukum, Ekonomi, Fisip dan sebagainya yang juga banyak dimiliki kebanyakan universitas lainnya.
Dia mengakui perkembangan prodi di Unisri memang lambat. Karena itu pihaknya saat ini akan memacu mendirikan prodi baru, setidaknya kalau tahun ini berat, bisa direalisasikan tahun ajaran baru berikutnya. (Iskandar)












Komentar