Walkot Jamin Perhelatan SIPA Dari 8 Negara Di Solo Bakal Aman

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Demo masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang berbuntut kerusuhan dan merenggut setidaknya 10 nyawa melayang tampaknya masih membuat beberapa pihak waswas. Namun Walikota (Walkot) Solo, Jateng, Respati Ardi menjamin perhelatan Solo International Performing Arts (SIPA) 2025 di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo pada Kamis – Sabtu, 4 hingga 6 September 2025 di Pamedan Pura Mangkunegaran bakal berlangsung aman.

“Meski ada kerusuhan di beberapa tempat, Minggu pun car free day tetap berjalan. Jadi tidak ada event yang tidak dilaksanakan. Semua tetap berlangsung, berjalan dengan baik dan tugas kami mengawal keamanan,” ujar dia saat memberi sambutan pada konferensi pers di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Rabu 2 September 2025.

banner 300x250

Hadir sebagai narasumber pada konferensi pers antara lain Direktur SIPA, Dr Dra RAy Irawati Kusumorasri MSn; wakil delegasi Singapura, Prof Danny Tan; Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko; perwakilan Rentak Gending Ethnic Bengkulu; dan Direktur Mataya Arts & Heritage, Heru Prasetyo.

Terkait pergelaran SIPA ini, Respati meminta kepada media agar ikut membantu memromosikan Kota Solo. Karena impek SIPA ini dinilai luas ke berbagai sektor dan agar Kota Solo menjadi Kota Wisata kembali.

Apalagi, ujar dia, saat ini di Kota Solo juga ada festival Payung yang kali ini telah berlangsung ke-12 atau sudah 12 tahun. Oleh sebab itu baik SIPA yang sudah 17 tahun rutin digelar maupun Festival Payung diharapkan bisa saling mendukung satu dengan lainnya.

Sementara itu Direktur SIPA, Irawati mengatakan SIPA 2025 kembali hadir dengan semangat baru dalam mempertegas posisinya sebagai festival seni pertunjukkan internasional dengan menghadirkan delegasi dari berbagai belahan dunia juga Nusantara.

Di tahun ke-17 ini, SIPA 2025 diramaikan oleh 8 negara dan 10 daerah di Indonesia dengan karya-karya yang sarat makna budaya.

Dari mancanegara akan disemarakkan dengan Colectivo Glovo (Spanyol), Dongback Circus dan POD Dance Project (Korea Selatan), Khambatta Dance Company (Amerika Serikat), Kolaborasi Singapura x Indonesia, Parrs Dice (Erasmus Huis, Belanda), Sanggar Kirana (Malaysia), hingga Seoul National University (Korea Selatan).

“Tiap-tiap delegasi akan membawa keunikan pertunjukan, mulai dari tari kontemporer, musik eksperimental, seni teatrikal, hingga kolaborasi lintas budaya,” ujar dia.

Perayaan Budaya Global

Sedangkan dari dalam negeri, SIPA menghadirkan warna Nusantara melalui NoizeKilla (Bali), Congwayndut (Karanganyar), Rentak Gading Ethnic Bengkulu (Bengkulu), Duo Etnicholic (Malang). Sanggar Seni Lepas (Sumbawa Barat), Darryl Simeon (Halmahera Barat). Samohung (Trenggalek), serta pertunjukan istimewa Opening Performance oleh Ambassador SIPA 2025, Patricia Arstuti ft. Ekosdance Company dan Semarak Candrakirana Art Center, dan Kemantren Langenpraja Pura Mangkunegaran (Solo).

Menurut Ira dengan total 18 kelompok seniman dari dalam dan luar negeri, SIPA 2025 tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga wadah pertukaran budaya, pengalaman artistik, serta jembatan persaudaraan lintas bangsa.

Dia mengutarakan tema SIPA 2025 di Pamedan Pura Mangkunegaran ini, mengusung tema Nifty, Artful, dan Visionary. Dia berharap perhelatan akbar ini mampu memberi inspirasi baru bagi generasi muda, serta memperkuat posisi Solo sebagai kota budaya dunia.

Pada perhelatan ini para delegasi akan menampilkan karya dari masing-masing daerah meliputi seni tari, musik, hingga teater.

“SIPA 2025 bukan sekadar panggung hiburan, tetapi juga perayaan budaya global, panggung inovasi, dan ruang dialog seni intergenerasional. Festival ini membuka ruang bagi penonton untuk meresapi harmoni global serta potensi seni masa depan,” tegas Ira. (Iskandar)

Komentar