Pembiasaan Menonton Dongeng Animasi Sebagai Pengenalan Sastra Sejak Dini Dan Upaya Peningkatan Literasi Anak

Tontonan Alternatif Dan Edukatif Bagi Anak

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Siswa-siswi kelas V dan VI SD Negeri Gayam 5, Sukoharjo mengikuti kegiatan edukatif yang diselenggarakan mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sastra sejak dini melalui tontonan dongeng animasi, sebagai upaya meningkatkan literasi anak.

Kegiatan tersebut diinisiasi Lillah Annisa Susetyo, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya. Di acara itu, penulis mengajak para siswa menonton bersama dongeng animasi berjudul Legenda Sungai Oyo dan Sungai Susua yang diambil dari laman YouTube Riri Dongeng Anak Interaktif.

banner 300x250

Setelah menyaksikan dongeng animasi tersebut, siswa diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan singkat mengenai isi cerita, guna mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disajikan.

Baca juga: Psikolog Undip: Orangtua Jangan Beri Kelonggaran Pada Pengendara Belia

Selain menjawab pertanyaan, para siswa juga diberi kesempatan untuk tampil di depan kelas dan menjelaskan kembali alur cerita kepada teman-temannya. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih keterampilan berbicara dan kemampuan menyusun kembali informasi yang telah diterima, serta membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 4 dari 24 siswa kelas V dan VI masih belum sepenuhnya memahami cerita yang disampaikan dalam dongeng animasi tersebut. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam memahami dan menyimpulkan cerita.

Portalika.com/Ist

Meskipun demikian, kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa yang terlihat antusias dan menikmati tontonan dongeng animasi yang disajikan. Pengenalan sastra melalui medium animasi diharapkan dapat menjadi alternatif yang menarik bagi anak-anak untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman mereka terhadap karya-karya sastra, khususnya yang berasal dari budaya lokal.

Penulis menyampaikan kegiatan menonton dongeng merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membiasakan anak-anak dalam mengakses konten edukatif yang dapat merangsang perkembangan literasi mereka.

Dengan menonton dongeng animasi yang dikemas secara menarik, anak-anak diharapkan dapat lebih mudah menyerap nilai-nilai moral dan budaya yang terkandung dalam cerita serta mengembangkan kemampuan literasi yang esensial bagi masa depan mereka.

Kegiatan semacam ini juga memberikan peluang bagi sekolah-sekolah untuk memperkaya metode pengajaran sastra, dengan memanfaatkan media digital yang lebih dekat dengan keseharian anak-anak. Selain itu, dukungan serta pengawasan dari guru dan orang tua sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan literasi semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan anak.

Portalika.com/Ist

Dengan dukungan dari Universitas Diponegoro dan kolaborasi dengan sekolah-sekolah, diharapkan program ini dapat menjadi model yang efektif dalam meningkatkan literasi anak-anak melalui media inovatif dan menyenangkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi inisiatif serupa, sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat dari pembelajaran sastra yang interaktif dan edukatif.

Kegiatan ini adalah satu dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN Universitas Diponegoro di Kelurahan Gayam. Harapannya, serangkaian program kerja ini dapat menjadi sebuah pandangan baru sekaligus solusi jangka panjang atas masalah kurangnya literasi pada anak.

Adapun program kerja yang dilaksanakan oleh Lillah adalah Pelestarian Budaya Mendongeng Pada Anak yang dilaksanakan pada 2 Agustus 2024 di Posyandu Balita Ngudi Mulyo IV di Pulosari.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro di Kelurahan Gayam juga melaksanakan kegiatan Geliga: Gerakan Lindungi Gizi Anak sebagai sebuah upaya penurunan serta pencegahan angka stunting di Kelurahan Gayam, Kecamatan/ Kabupaten Sukoharjo.

Kemudian, kegiatan lain yang juga dilaksanakan adalah kegiatan pemberdayaan UMKM dengan nama kegiatan Menggali Potensi UMKM Melalui E-commerce, Media Sosial dan Pembuatan NIB. (*)

Penulis: Lillah Annisa Susetyo (*)
Editor: Suryono

Komentar