Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ðiponegoro (Undip) Semarang mengadakan kegiatan edukasi bertajuk mengenal apa itu QRIS. Acara ini dilaksanakan di Balai Warga Mojo RT 03/RW 08, Kecamatan/ Kabupaten Sukoharjo dan dirancang untuk meningkatkan literasi digital serta keuangan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Kegiatan 5 Agustus 2024 ini, dinilai sukses diselenggarakan dengan target utama ibu-ibu PKK di Kelurahan Gayam. Pelaksana kegiatan Salsabila Maharani Putri, salah satu mahasiswa KKN Undip, program studi Administrasi Bisnis. Salsabila memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan masyarakat melalui edukasi keuangan dan teknologi.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Ibu RT setempat, Ikhsan yang mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya acara ini dan menekankan pentingnya literasi digital bagi ibu-ibu PKK sebagai langkah awal menuju pemberdayaan ekonomi keluarga.
Baca juga: Pendampingan Tata Kelola BUMDes Sesuai PP Nomer 11 Tahun 2021 Oleh KKN Undip
Dia juga memberikan apresiasi khusus kepada Salsabila Maharani Putri atas inisiatif dan dedikasinya dalam menyelenggarakan acara ini serta berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta.
Setelah sambutan, Salsabila Maharani Putri memulai sesi edukasi dengan menjelaskan secara rinci mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Salsabila menjelaskan QRIS adalah standar QR code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai platform pembayaran, termasuk e-wallet, mobile banking dan sistem pembayaran lainnya.
Dengan QRIS, masyarakat dapat melakukan transaksi dengan mudah tanpa harus menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang berbeda.
Selama sesi ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana QRIS berfungsi dan bagaimana teknologi ini mengintegrasikan berbagai platform pembayaran dalam satu kode QR. Salsabila menjelaskan dengan QRIS, konsumen hanya perlu memindai satu kode QR untuk melakukan pembayaran, terlepas dari jenis aplikasi atau layanan yang digunakan oleh pedagang.
Selanjutnya, Salsabila memaparkan aspek keamanan QRIS, yang merupakan salah satu fitur penting dari sistem ini. Peserta diperkenalkan pada berbagai lapisan perlindungan yang diterapkan untuk menjaga keamanan transaksi digital.
Salsabila menjelaskan QRIS dilengkapi dengan enkripsi data dan perlindungan dari potensi ancaman cyber. Kegiatan yang dilaksanakan Salsabila dan tim KKN Univeritas Diponegoro di Kelurahan Gayam tidak hanya berupa kegiatan ini saja.
Pada acara bersama PKK ini, teknologi yang tadinya tampak kompleks dan eksklusif kini menjadi lebih dekat dan dipahami oleh ibu-ibu PKK. QRIS, yang awalnya hanya tampak sebagai kode hitam-putih, kini menjadi simbol kemajuan teknologi yang menyatukan berbagai platform pembayaran.
Dengan pemahaman yang baru ini, diharapkan masyarakat Indonesia, terutama ibu-ibu rumah tangga, dapat lebih siap dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup dan keuangan mereka di era digital.
Salsabila juga melaksanakan kegiatan cara mendaftarkan bisnis pada google maps yang dilaksanakan dari rumah ke rumah. Kemudian tim KKN Universitas Diponegoro di Kelurahan Gayam juga melaksanakan kegiatan Geliga – Gerakan Lindungi Gizi Anak – yang bertujuan untuk mencegah serta meminimalisir stunting.
Adapun program kerja yang dilaksanakan adalah Pemberdayaan UMKM Melalui E-commerce, Media Sosial dan NIB yang menyasar berbagai UMKM di Kelurahan Gayam sebagai upaya pengembangan potensi. Melalui berbagai program kerja atau kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip dapat membantu memberikan solusi bagi berbagai permasalahan maupun potensi yang ada di Kelurahan Gayam. (*)
Penulis: Salsabila Maharani Putri
Editor: Suryono












Komentar