Kelompok 69 KKN PPM Unisri Ajak Siswa SDN 2 Sempukerep Ciptakan Tas dari Sampah Plastik untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

Mempererat rasa kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa

banner 468x60

Portalika.com [Sidoharjo] – Kelompok 69 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 2 Sempukerep, Sidoharjo, Wonogiri pada tanggal 29 Juli, 3 Agustus, dan 9 Agustus 2024.

banner 300x250

Program ini merupakan inisiatif mahasiswa KKN, Viera Nur Khalifah, yang berasal dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisri. Melalui kegiatan ini, Kelompok 69 KKN PPM Unisri menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan fokus pada pengabdian masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan lingkungan.

Menurut Viera, semakin meningkatnya limbah plastik, khususnya tutup botol minuman, menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan, mengingat plastik membutuhkan waktu hingga 50 juta tahun untuk terurai. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenali berbagai jenis sampah, melakukan pemilahan, memahami efek yang ditimbulkan, serta belajar bagaimana mengolah sampah plastik.

Selama pelaksanaan, siswa kelas V SDN 2 Sempukerep berpartisipasi aktif dalam proses pembuatan tas dari tutup botol plastik. Hari pertama diisi dengan penjelasan tentang P5, serta cara mengenali dan memilah sampah dengan benar. Pada hari kedua dan ketiga, siswa diajarkan teknik pengolahan untuk membuat tas.

Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka tidak hanya asal mengumpulkan sampah tutup botol plastik, tetapi juga melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga VI untuk bersama-sama mengumpulkan limbah yang nantinya dijadikan tas. Kegiatan ini tidak hanya mendidik, tetapi juga mempererat rasa kepedulian terhadap lingkungan di kalangan siswa.

Materi yang digunakan dalam pembuatan tas meliputi sampah tutup botol plastik, kabel ties, solder, rafia, dan gunting. Proses pembuatannya meliputi membersihkan tutup botol, melubangi, dan menyambungkannya untuk membentuk kerangka tas.

Hasilnya, siswa berhasil menciptakan dua tas dari limbah plastik yang banggakan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dan membuat siswa menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan global di abad ke-21.(*)

Komentar